Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Hack dan Scam · 8 min read

Wallet Ripple terkena peretasan yang mengakibatkan 213 juta XRP atau sekitar Rp1,77 triliun tercuri dalam kejadian ini.
Detektif blockchain terkemuka, ZachXBT, dalam sebuah postingan X telah mengungkapkan aliran aset keluar dari wallet XRP yang mencurigakan. Alamat wallet ini disinyalir terkait dengan Ripple Labs. Sebanyak 213 juta XRP atau sekitar US$112,5 juta (Rp1,77 triliun) telah hilang dari wallet ini.
Salah satu pendiri Ripple, Chris Larsen, menanggapi postingan ini dan menyatakan bahwa akun XRP pribadinya telah diretas, bukan Ripple Labs itu sendiri.
Yesterday, there was unauthorized access to a few of my personal XRP accounts (not @Ripple) – we were quickly able to catch the problem and notify exchanges to freeze the affected addresses. Law enforcement is already involved. https://t.co/T3HtKSlzLg
— Chris Larsen (@chrislarsensf) January 31, 2024
“Terjadi akses tanpa izin ke beberapa akun XRP pribadi saya. Kami dengan cepat dapat menangkap masalah ini dan memberitahu bursa untuk membekukan alamat yang terkena dampak. Penegakan hukum sudah terlibat,” ungkap Larsen.
Dana yang dicuri menurut temuan ZachXBT telah dipindahkan menuju exchange kripto termasuk Gate, Binance, Kraken, OKX, HTX, HitBTC, dan MEXC. Terdapat 8 alamat terkait dengan kejadian peretasan ini.

Setelah postingan milik ZachXBT tayang pada 21.05 WIB, tak perlu waktu lama harga XRP turun -3,14% dari US$0,5034 ke US$0,4876. Namun penurunan tidak berlangsung lama dan XRP diperdagangkan pada harga US$0,4971 per artikel ini ditulis (1/2/24).
Baca juga: Kirim 80 Juta XRP, Ripple Picu Spekulasi di Komunitas
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.