Volume Perdagangan Futures Ethereum Mencapai Rp420 Miliar di Hari Pertama

Naufal Muhammad

10th February, 2021

Volume perdagangan kontrak futures Ethereum terlihat melebihi Rp420 Miliar di hari perdagangan pertama setelah penerbitannya.

Angka ini menarik perhatian pasar crypto yang sebelumnya memiliki sebagian persepsi negatif terhadap kontrak ini.

Persepsi ini disebabkan kemungkinannya mendorong harga Ethereum jatuh di pasar spot, walau terbukti salah hingga saat ini.

Volume Perdagangan Mencapai Rp420 Miliar

Walau baru diluncurkan, kontrak futures CME Ethereum sudah mencapai volume perdagangan yang cukup tinggi.

Pada hari pertama, terdapat sekitar 388 kontrak yang diperdagangkan pada bursa CME.

303 dari kontrak tersebut diprediksi ditransaksikan untuk spekulasi harga Ethereum di Bulan Februari.

Walau masih terlihat jauh, terdapat 84 kontrak yang diperdagangkan dengan waktu kadaluwarsa di Bulan Maret, dan satu kontrak di Bulan April.

Baca juga: Kontrak Futures CME Diluncurkan Besok Pagi, Begini Harga Ethereum

Masing-masing kontrak tersebut bernilai 50 Ethereum dengan minimal transaksi pada lima kontrak yang bernilai sekitar Rp6,3 Miliar saat ini.

Harga terakhir kontrak futures Ethereum pada perdagangan 13.45 WIB berada di sekitar Rp25,8 Juta.

Harga tersebut berbeda sekitar 2% dengan harga Ethereum di pasar spot sebesar Rp25,3 Juta.

Ethereum Diprediksi Mengalahkan Bitcoin

Mayoritas pasar memprediksi bahwa kontrak tersebut akan kadaluwarsa di akhir Februari di dekat harga saat ini.

Mendekati peluncuran kontrak futures Ethereum, terjadi apresiasi yang signifikan, dimana harga spot bergerak ke atas Rp20,9 Juta.

Selain itu, mendekati peluncuran kontrak futures, Ethereum terlihat naik dalam penyebutannya di media sosial.

Dengan beberapa aspek Ethereum yang terapresiasi, Pendiri Mythos Capital, Ryan Adams, menyatakan adanya kemungkinan flippening.

Flippening adalah istilah yang menandakan adanya kemungkinan Ethereum untuk kembali mengalahkan Bitcoin.

Menurut data dari Blockchain Center, Indeks Flippening yang dibuatnya telah menunjukkan bahwa kekuatan Ethereum telah mengalahkan Bitcoin.

Pergerakan ini terlihat dari beberapa aspek seperti jumlah transaksi, jumlah node, volume transaksi, dan total biaya transaksi.

Baca juga: Ethereum Harga Tertinggi Baru Bersama Kencangnya Apresiasi Bitcoin

Indeks tersebut juga memperlihatkan pencarian Ethereum di Google terlihat naik bersama kapitalisasinya yang mencapai seperempat Bitcoin.

Saat ini Indeks tersebut berada di angka tertinggi pada 72,4% bersama jumlah pengguna yang aktif Ethereum sebesar 53% dan volume transaksi di 74%.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.