Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 8 min read

Celestia belakangan ini sedang naik daun dengan performa harga yang bagus dan antisipasi airdrop. Namun pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah memicu diskusi tentang bagaimana berbagai solusi layer-2 diklasifikasikan. Layer-2 yang menggunakan ketersediaan data eksternal seperti Celestia disebutkan bukanlah solusi rollup yang asli.
Pada 16 Januari 2024 melalui akun X, Buterin setuju dengan komentar yang diposting oleh Daniel Wang, pendiri solusi rollup Taiko, yang mengatakan bahwa “jika sebuah rollup Ethereum menggunakan chain data lain untuk ketersediaan data seperti blockchain modular Celestia, maka itu adalah validium Ethereum.”
This is correct.
— vitalik.eth (@VitalikButerin) January 16, 2024
The core of being a rollup is the unconditional security guarantee: you can get your assets out even if everyone else colludes against you. Can't get that if DA is dependent on an external system.
But being a validium is a correct choice for many apps, and…
“Ini benar. Inti dari menjadi rollup adalah jaminan keamanan tanpa syarat. Anda dapat mengambil aset Anda bahkan jika semua orang lain bersekongkol melawan Anda. Anda tidak akan mendapatkannya jika ketersediaan data bergantung pada sistem eksternal.” balas Buterin.
Baca juga: Mengenal ZK Rollup, Bikin Layer-2 Lebih Hebat
Validium adalah solusi penskalaan Ethereum yang menggunakan zero knowledge proof (zk-proof) untuk memungkinkan transaksi off-chain sambil mengandalkan mainnet Ethereum untuk keamanan dan verifikasi.

Berbeda dengan zero knowledge rollups, yang menggabungkan transaksi pada jaringan layer-2 dan memverifikasinya pada layer-1 seperti Ethereum, jaringan validium tidak memposting data transaksi ke layer-1. Sebaliknya, validium memposting bukti bahwa transaksi valid, suatu pengaturan yang bertujuan mencapai skalabilitas yang lebih tinggi karena data transaksi lengkap tidak perlu disimpan di chain.
Namun, validium mengandalkan operator untuk secara jujur memposting bukti dan dapat memiliki ketersediaan data yang lebih rendah dibandingkan dengan rollups.
Jaringan seperti Celestia menggunakan blockchain modular yang terdiri dari lapisan ketersediaan data dan lapisan validasi dengab validium memungkinkan transaksi yang cepat dan pribadi.
Baca juga: Token Celestia (TIA) Jadi Incaran, Investor Harapkan Airdrop
Tidak semua setuju dengan pendapat Buterin, termasuk salah satu komunitas Ethereum, Ryan Berckmans, yang menegaskan bahwa validiums adalah jaringan Layer-2.
“Saya akan berdebat dengan siapa pun yang bersikeras bahwa DA (data availability) harus ada di Ethereum agar disebut layer-2. Ini industri baru, kita bisa mendefinisikan layer-2 untuk berarti apa pun yang kita inginkan,” ungkap Berckmans.

Berdasarkan data L2beat, beberapa proyek dengan tipe validium masuk ke dalam daftar layer-2, salah satunya adalah ImmutableX, layer-2 yang berfokus pada NFT dan gaming.
Baca juga: Mengenal Protokol Layer 2 dalam Sebuah Blockchain
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.