Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

Wafa Hasnaghina

27th September, 2020

Dilansir dalam wawancara bersama Forbes, dua eksekutif Visa, Cuy Sheffield, yang menjabat sebagai Direktur dan Kepala bagian cryptocurrency, dan Terry Angelos, Kepala FinTek Global SVP di Visa, sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya dari perusahaan dalam meningkatkan adopsi pembayaran berbasis blockchain pada klien visa.

Rencananya perusahaan ini juga akan membantu bank-bank sentral dunia dalam memanfaatkan peluang dari pengintegrasian sistem Mata Uang Digital Bank Sentral ini. 

Terry mengakui perusahaan nantinya akan terlibat langsung dengan perkembangan pembangunan produk berbasis blockchain dan memberikan peluang untuk para kliennya sebagai aktor yang berperan secara tidak langsung dalam pembangunan mata uang digital ini.

Tidak hanya itu, nantinya perusahaan juga akan berfokus pada jaringan yang akan terus bekerja dalam membantu peningkatan dalam layanan Visa. Cuy Sheffield juga menambahkan Visa nantinya akan terus mengembangkan teknologi berbasis blockchain di dalam sistem operasinya, seiring juga dengan meningkatkan opsi pembayaran dengan mata uang crypto.

Baca juga: Visa Ajukan Paten Sistem Cryptocurrency Pengganti Uang Tunai

Meningkatnya Adopsi Mata Uang Crypto

Dengan Visa yang terus meningkatkan teknologinya berbasis blockchain dan layanan mata uang crypto. Ini menunjukan bahwa ada peningkatan minat yang signifikan terhadap mata uang crypto. Visa sendiri merupakan perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia dengan 60 juta transaksi perdagangan setiap harinya di dalam jaringan. Saat ini, setidaknya Visa telah mendukung sekitar 25 perusahaan blockchain termasuk wallet dan exchange crypto di seluruh dunia. 

Keterlibatan Visa dengan Mata Uang Digital Bank Sentral

Cuy Sheffield selanjutnya mengatakan keterlibatan Visa dengan bank sentral di seluruh dunia terbilang sangat erat, ditambah mata uang digital bank sentral yang kian diminati. Terlebih, informasi terkait dengan aksesibilitas, penerimaan oleh para pedagang, dan kegunaan mata uang tersebut akan memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk masuk dan mengambil andil dalam pembangunan sistem operasi ini.

Perusahaan tersebut juga berencana akan mengajukan hak paten terkait dengan mata uang digital berbasis blockchain dengan sistem komputer terpusat.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini