Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Virus Corona Pengaruhi Bitcoin dan Saham

anisa giovanny     Monday, January 27 2020

Virus Corona kini sudah menyebar ke Amerika Serikat, menurut laporan dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC). Ada dua orang di sana yang terindikasi virus tersebut setelah mereka melakukan perjalanan ke Wuhan, Cina tempat di mana virus itu pertama kali ditemukan. 

Berita ini berhasil membuat Bitcoin dan pasar saham jatuh sebesar 1% penuh. Kemudian, dilaporkan oleh Cointelegraph Bitcoin (BTC) telah merosot 6% pada Imlek atau Tahun Baru Cina karena ketidakpastian seputar penyebaran virus corona.

Selain itu, wabah virus corona yang semakin parah dan menyebar ke berbagai negara ini turut mempengaruhi iklim usaha, pedagangan Cina dan AS yang harusnya tinggi ketika perayaan imlek terpaksa harus terhambat karena perjalanan dibatasi.

Ekonomi Cina pun juga merasakan dampak dari virus ini, banyak stok bahan makanan yang sudah habis, gerai makanan, pasar swalayan pun harus tutup. Selain itu, perusahaan AS yang membuka cabang di sana seperti McDonalds, dan Disney sementara waktu menutup bisnis mereka.

Efek Virus Corona Terhadap Saham dan Bitcoin

Turunnya saham agak berbeda dari kerugian di Bitcoin. Rally Bitcoin telah membawa aset mendekati $ 9.000. Jumlah ini masih jauh dari harga tertinggi sepanjang masa (ATH). Sementara mundurnya harga relatif besar, dan tampaknya hal ini akan membuat Bitcoin jatuh ke level sebelumnya.

Di sisi lain, saham mencatat ATH dramatis dalam beberapa minggu terakhir. Mundurnya saham ini kemungkinan lebih terkait dengan overvaluasi bruto daripada karena virus. Menurut analis, pasar telah melihat euforia yang tidak realistis dalam beberapa hari terakhir, dan penurunan diperkirakan terjadi.

Saham agak turun karena berita dan penilaian yang berlebihan, kemungkinan Bitcoin dapat mengambil keuntungan jangka pendek dari hal tersebut. Bahkan jika pasar tetap relatif stabil dengan kerugian kecil, investor kemungkinan akan mulai mengambil keuntungan dengan mencari tempat untuk memindahkan keuntungan. Kemudian investor dapat melihat dan memilih Bitcoin sebagai lindung nilai.

Virus corona juga menyebabkan kerapuhan di keuangan internasional, kemampuan Bitcoin untuk bergerak melintasi perbatasan internasional dengan mudah dapat menyediakan jenis mekanisme keuangan yang diperlukan selama krisis ini.

Bitcoin dan Virus Corona : Korelasi yang Aneh

Ketika ekuitas global jatuh terhadap kekhawatiran wabah Coronavirus, investor tidak melihat apa yang disebut safe-havens sebagai lindung nilai.

Misalnya emas, aset tersebut tetap mencatatkan kenaikan 0,12 persen. Namun , kurs spot logam kuning turun 3,36 persen dari puncak lokalnya. Analis di Wall Street Journal mengatakan bahwa emas akan mengakhiri kemenangan beruntunnya karena data ekonomi yang menguntungkan dan penguatan dolar AS.

Bitcoin yang sebelumnya membuktikan sebagai safe haven aset saat konflik AS-Iran. Sejauh ini belum dapat membuktikan lagi sebagai aset yang aman, karena para investor tetap terpaku kepada pasar risk-on.

Baca juga : Bitcoin Buktikan Sebagai Aset Aman Saat Gejolak Global

S&P Global Ratings, di sisi lain, telah memperingatkan potensi wabah virus dapat menghapus 1,2 persen dari PDB Tiongkok tahun ini. Langkah ini dapat meningkatkan selera investor untuk memilih aset aman seperti emas,dan hal tersebut dapat membantu orang mulai berspekulasi dan melihat Bitcoin.

Sumber