Uniswap Jadi Raja DeFi, Bagaimana dengan Harga UNI?

Wafa Hasnaghina

12th November, 2020

Protokol DeFi menorehkan tonggak sejarahnya. Menurut data DeFi Pulse, Total Value Locked (TVL) pada DeFi mencapai rekor tertinggi dengan jumlah lebih dari 13 miliar USD. Di bulan ini 2 miliar USD masuk ke dalam protokol DeFi dalam bentuk jaminan crypto. Nilai tersebut juga dikaitkan dengan kenaikan harga Ethereum beberapa waktu ini.

75% total pasokan di dalam jaringan DeFi merupakan ETH dengan jumlah 8,5 juta di seluruh jaringan dan 3,3 juta di antaranya berada di protokol UNISWAP. 

UNISWAP, Rajanya DeFi

Dilihat dari data DeFi Pulse, UNISWAP menempati posisi pertama dengan dominasi mencapai lebih dari 23%. 

Menurut Uniswap.info, likuiditas telah mencapai rekor $3,3 miliar sementara volume mencapai lebih dari $260 juta per hari. Hampir setengah dari likuiditas itu ada di Ethereum.

Menurut peneliti crypto di Messari, Ryan Watkins, volume Uniswap sebenarnya menurun dari sejak September 2020 lalu. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa fundamental dalam protokol masih terlihat sangat kuat.

Harga UNI di Pasaran

Selama 24 jam terakhir, agunan meningkat sebesar 2,5%, mengingat likuiditas di empat farms UNI juga meningkat. Sekitar 2,35 miliar USD tersebar di keempat farms ini dengan bagian terbesar berada di pool ETH/wBTC yang mencapai lebih dari 810 juta USD.

Meskipun demikian, komunitas khawatir akan ada eksodus likuiditas dari UNISWAP ketika distribusi UNI ke pools berakhir pada 17 November nanti. Para pemegang UNI khawatir pada harga yang akan turun, padahal menurut data dari Coingecko saat penulisan, UNI berhasil melonjak naik hingga lebih dari 45% dalam 7 hari belakangan.

Para analis merasa akan ada kemungkinan penemuan harga antara pasangan ETH/UNI atau UNI dengan stablecoin lainnya. Belum ada pengumuman resmi dari UNISWAP terkait dengan penghentian distribusi UNI lebih lanjut.

Tidak sampai disitu, komunitas DeFi mengantisipasi akan adanya perilisan Uniswap v3 dan diharapkan akan menaikan kembali harga dari UNI saat ini.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini