Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

UNICEF Suntik Cryptocurrency ke Sejumlah Startup untuk Memerangi Covid-19

febrian surya     Tuesday, June 23 2020

UNICEF baru saja mengumumkan telah mendanai 8 startup di 7 negara berbeda melalui pendanaan dalam bentuk cryptocurrency.  Pendanaan yang diberikan ini untuk membantu startup untuk mengembangkan protype, proyek uji coba, dan ruang lingkup dari teknologi yang mereka kembangkan.

Pendanaan ini untuk mengembangkan teknologi yang dikembangkan dari masing-masing startup. Di mana, beberapa di antaranya memiliki teknologi yang dikembangkan  untuk bisa membantu memerangi Covid-19. Suntikkan dana yang dilakukan oleh UNICEF melalui UNICEF Cryptocurrency Fund menjadi investasi cryptocurrency terbesar bagi startup yang berada di negara-negara berkembang.

Seperti diketahui bersama, UNICEF adalah sebuah organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan, khususnya bagi negara-negara yang masih berkembang. Total dana yang dikucurkan oleh UNICEF Cryptocurrency Fund senilai 125 ETH di 8 startup dari 7 negara berbeda, guna mengembangkan protype, proyek uji coba, dan ruang lingkup teknologi mereka selama 6 bulan ke depan.

Semua perusahaan yang didanai oleh UNICEF sebelumnya telah menerima $100.000 dari Unicef Innovation Fund, dan kini menerima pendanaan dalam bentuk cryptocurrency untuk melanjutkan pengembangan dari proyek open source dan produk digital mereka.

Hal ini sebagai bentuk dukungan dari UNICEF untuk membantu orang-orang yang sedang mengalami kesulitan di luar sana. Di mana, teknologi digital bisa menjadi alat atau perantaran untuk membantu anak-anak saat ini ataupun di masa yang akan datang sekalipun.

“Pendanaan ke 8 startup ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja, dan biaya transaksi yang perlu dikeluarkan sebesar kurang dari $20. Hal ini sebagai gambaran bahwa cryptocurrency bisa menjadi pembayaran digital masa depan dengan menawarkan kecepatan dan biaya transaksi yang relatif lebih murah. Selain biaya transaksi yang murah hanya kurang dari 0,00009% dari total dana yang dikirimkan, pengiriman dana lewat cryptocurrency juga memberikan transparansi secara real-time bagi pengirim dan penerima. Inilah teknologi yang kami harapkan,” ungkap Chris Fabian dari Unicef Ventures.

Dari 8 startup yang menerima pendanaan dalam bentuk ETH, 3 di antaranya merupakan startup yang pernah memperoleh pendanaan investasi cryptocurrency pertama pada tahun lalu, dan 5 startup lainnya dipilih dari hampir 40 startup yang telah lulus mengikuti UNICEF Innovation Fund. Semua startup yang menerima bantuan pendanaan ini berasal dari negara-negara berkembang yang berasal dari Asia, Amerika, dan Eropa, yaitu:

  • Avyantra dan Statwig (India).
  • Afinidata (Guatemala).
  • Cireha (Argentina).
  • Ideasis (Turki).
  • OS City (Meksiko).
  • Somleng (Kamboja).
  • Utopic (Chili).

Investasi cryptocurrency yang diberikan oleh UNICEF kepada 8 startup di atas telah melalui beberapa tahapan, sehingga mereka layak untuk mendapatkannya dari evaluasi teknis, solusi teknologi yang dikembangkan, hingga bukti bahwa teknologi yang dikembangkan memang bisa membantu banyak orang yang ada di luar sana.

Sumber