Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Travel Ban Buat Industri Crypto Terpengaruh

anisa giovanny     Saturday, March 14 2020

Di Amerika Serikat, Presiden Trump telah mengumumkan pembatasan perjalanan atau travel ban  sebagai tanggapan terhadap penyebaran virus corona COVID-19.  

Negara-negara yang termasuk ke dalamnya adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luksemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Sementara itu, India mengumumkan akan menangguhkan visa bagi sebagian besar pengunjung asing yang tiba antara 13 Maret hingga 15 April, dan menutup perbatasan darat negara itu dengan Myanmar. Air India telah membatalkan penerbangan ke Italia dan Korea Selatan, dua negara di luar Chna yang paling terkena dampak wabah tersebut.

Negara-negara lain, dari Australia hingga Arab Saudi, juga mempertimbangkan pengetatan pembatasan perjalanan ini.

Sebelum ada travel ban yang masif seperti sekarang ini, industri pariwisata dunia pun telah mengalami penurunan. Tidak hanya itu, industri crypto pun ikut terpengaruh, utamanya saat virus ini merajalela di Cina. Beberapa contohnya adalah banyak pekerja industri crypto di san ayang tidak bisa bekerja karena banyak lokasi yang ditutup. Selain itu, konferensi crypto pun dbatalkan.

Di Asia konferensi yang pertama kali dibatalkan adalah TOKEN2049, acara crypto besar yang diadakan setiap tahun di Hong Kong, awalnya dijadwalkan untuk pertengahan Maret 2020. Sekarang akan berlangsung pada 7-8 Oktober 2020. Hong Kong Blockchain Week 2020, juga dijadwalkan untuk Maret, diundur ke September .

Dengan langkah-langkah baru diberlakukan oleh Amerika Serikat, konferensi crypto besar di kedua sisi Atlantik akan segera mengumumkan penundaan atau pembatalan langsung. Roadshow Crypto Bulls India, yang awalnya berencana untuk berbicara di Konsensus 2020 di New York, belum mengeluarkan pernyataan saat ini. Namun, mereka mungkin akan menghadapi tantangan, baik meninggalkan India maupun memasuki A.S.

Meskipun pembatasan mungkin tampak berat bagi mereka yang ada di komunitas crypto, para ahli kesehatan berpendapat bahwa hal ini dibutuhkan untuk melindungi orang sakit dan orang tua, yang paling berisiko dari COVID-19.

Penjualan Kripto Masif karena Travel Ban

Ketidakpastian mengenai tindakan apa yang akan diberlakukan para pejabat sebagai tanggapan terhadap pandemi ini mungkin adalah salah satu pengaruh utama dari turunya harga crypto. Mulai banyak trader yang panik dan menjual Bitcoin ataupun aset kripto lainnya.

Hal ini pun membuat harga crypto terpengaruh karena mengalami penurunan harga, misalnya saja Bitcoin yang harus memiliki harga $5.070, setelah diawal tahun ini berhasil mencatatkan harga diatas $10.000. Nasib serupa juga menimpa kripto besar lainnya seperti ETH, XRP, BCH dan lain sebagainya. Untuk saat ini harga Bitcoin kembali mencatatkan pembalikan harga, dan naik ke angka $5.253.

Harga Bitcoin dan crypto lainnya di tengah travel ban, pandemi, dan krisis global ini pun bisa saja mengalami penurunan harga kembali. Apalagi Bitcoin belum berhasil membuktikan dirinya sebagai save haven asset ketika terjadi ketidakstabilan global.

Sumber