Hati-hati! Trading Crypto Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Anisa Giovanny

5th June, 2022

Dunia crypto dikenal dengan volatilitasnya, aset digital ini mengalami perubahan harga ekstrem dalam hitungan hari, jam, bahkan menit.

Perubahan ini memang bisa jadi peluang keuntungan tapi juga bisa jadi ancaman karena bisa menimbulkan sifat kecanduan bagi para trader dan investor, yang bisa memengaruhi kesehatan mental mereka.

Dikutip dari Washington Post, cryptocurrency memiliki karakteristik yang membuatnya lebih rentan untuk menimbulkan kecanduan bagi para penggunannya, ini lebih besar daripada adiksi taruhan olahraga, judi, dan investasi keuangan tradisional.

Hal ini dikarenakan, volatilitas harga kripto, terutama mata uang alternatif seperti koin meme, bisa cepat dan memberikan otak perasaan menyenangkan karena imbalan yang cepat.

Mengingat sifat kripto yang terdesentralisasi, akan lebih mudah untuk menyembunyikan dampak finansial dari sifat adiksi ini.

Gejala utama kecanduan crypto adalah ketegangan otot, kecemasan, pemantauan harga aset digital sepanjang waktu dan pemikiran terus-menerus tentang trading crypto meski melakukan hal-hal lain yang tidak terkait dengan industri crypto.

Lia Nower, direktur studi perjudian di Rutgers University, mengatakan aplikasi investasi yang ramping memicu tingkat adiksi.

Dengan grafik warna-warni dan real-time, aplikasi trading seperti Robinhood membuat pembelian cryptocurrency tampak seperti video game.

“ Ini lah kenapa orang suka tiket lotere, mereka bisa mendapatkan hadiah dalam hitungan detik dan itu memberi pengunannya ledakan dopamin.  Orang-orang ini (trader crypto) melakukan hal serupa,” katanya.

Meskipun penelitian terkait adiksi dan trading cryptocurrency masih berkembang, beberapa penelitian terbaru mendokumentasikan hubungan antara trading cryptocurrency dan kecanduan.

Baca juga: Mau Trading Nyaman dan Tenang? Ikuti Langkah Psikologi Trading Ini

Bulan April, tim peneliti Finlandia menemukan bahwa trader mata uang kripto juga memiliki tingkat adiksi judi, video game, dan internet yang tinggi.

Trader crypto yang menjadi imigran juga memiliki tingkat tekanan psikologis dan kesepian yang lebih tinggi dibandingkan dengan trader saham, menurut mereka.

Terapis Aaron Sternlicht dan istrinya, Lin, yang mengobati kecanduan cryptocurrency, mengatakan mereka telah melihat peningkatan sekitar 40 persen pada orang-orang dari seluruh dunia yang meminta untuk mendapatkan layanan terapi yang disesuaikan dengan kripto.

Sebagian besar klien mereka datang untuk meminta bantuan ketika mereka memiliki hutang lebih dari enam digit, hubungan yang rusak, menghadapi serangan depresi yang signifikan dan membawa kecanduan lain, terutama alkohol, kokain, dan Adderall.  

Menurut Sternlicht, American Psychiatric Association belum mengklasifikasikan kecanduan cryptocurrency sebagai bagian dari kecanduan judi.

Ini masih menjadi area abu-abu yang memungkinkan banyak perusahaan asuransi untuk menolak cakupan untuk terapi kecanduan terkait crypto yang berhubungan dengan kesehatan mental.

“Belum ada penelitian yang cukup di dalamnya untuk benar-benar dapat didiagnosis,” katanya.

Meskipun demikian, kata Nower, orang yang menderita kecanduan crypto tidak perlu mencari layanan yang dirancang khusus dan bisa mendapatkan perawatan dengan konselor kecanduan judi agar kesehatan mental trader bisa membaik.

“Apa yang membuat Anda benar-benar kecanduan adalah tindakan mengambil risiko. Siapa pun yang merupakan penyedia perawatan yang baik untuk perjudian dapat mengobati kecanduan kripto, ” katanya.

Tidak Semua Trader Berisiko Kecanduan

Untungnya tidak semua trader memiliki risiko yang rentan untuk kecanduan, dilansir dari Cointelegraph, para ilmuwan dari Universitas Teknologi Queensland di Australia baru-baru ini melakukan penelitian.

Mereka mempublikasikan mengenai siapa yang paling rentan terhadap kecanduan kripto dan kepribadian mana yang harus memberikan perhatian khusus pada kesehatan mental mereka saat berdagang.

Mereka yang rentan terhadap kecanduan crypto adalah orang-orang yang suka berjudi dan tidak terlalu mempercayai pihak berwenang, orang  manipulatif, suka menipu, individu dengan sifat narsistik dan terlalu percaya diri.

Melihat risiko kesehatan mental bagi para trader, maka perlu diingat ketika ingin mulai masuk ke dunia crypto setiap individu harus memperhitungkan semua fakta yang dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan.

Kemudian untuk membuat psikologis tetap sehat, investor perlu mengetahui seberapa kuat mereka mampu menerima risiko dari trading cryptocurrency.

Baca juga: Minimalisir Kerugian Trading dengan Manajemen Risiko

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency