Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Trader Perkirakan Akan Ada “Blow-off Top” di atas $18.000

Wafa Hasnaghina     Wednesday, November 18 2020

Harga Bitcoin melonjak menuju 18.000 USD atau setara lebih dari Rp250 juta. Semalam, Bitcoin sukses menembus angka 17.000 USD dan sekarang diperdagangkan pada kisaran 18.200 USD.

Nilai ini dicapai hanya dalam beberapa saat. Banyak dari trader yang juga khawatir akan kelonjakan nilai signifikan secara tiba-tiba. Menurut mereka, rally dengan tahapan lebih baik ketimbang tren naik yang tiba-tiba.

Peluang Dorongan Harga Semakin Meningkat

Seorang trader dengan nama samaran “Squeeze” mengatakan sejak akhir Oktober lalu, Bitcoin kurang dalam melakukan konsolidasi. Ia juga mengisyaratkan bahwa hal ini bisa saja membuat  momentum rally saat ini “habis”.

Meskipun momentum bullish Bitcoin sangat kuat, ditambah harga Bitcoin yang meningkat hampir enam kali lipat sejat Black Thursday Maret 2020 lalu dan tidak memiliki koreksi besar, membuat trader tersebut khawatir akan ada pullback besar di masa mendatang. 

“Konsolidasi semakin pendek tanpa banyak retracement. Blow-off di posisi atas tampaknya akan segera hadir.”

Peter Brandt, seorang trader populer, mengangkat poin serupa awal pekan ini. Ia menegaskan bahwa dalam kenaikan sebelumnya, BTC mengalami sembilan koreksi hingga akhirnya bisa mencapai rekor tertinggi.

Dalam tren naik baru-baru ini, Bitcoin telah mengalami dua koreksi besar. Namun, jika dibandingkan dengan data historisnya, koreksi ini jauh lebih sedikit. Ia lalu menjelaskan,

“Selama pasar bullish 2015-2017, ada 9 koreksi signifikan dengan rata-rata sebagai berikut: 37% penurunan dari tinggi ke rendah; 14 minggu dari ATH satu ke ATH lainnya; Sejak awal terendah September, ada dua koreksi 10%;”

Sejak penurunan pada 8 November 2020, harga Bitcoin meningkat dari $14.344 menjadi $17.858 dilihat dari grafik pertukaran Binance. Hanya dalam 10 hari, BTC melihat kenaikan hampir 25% dengan fase konsolidasi yang jelas.

Pola rally yang diikuti oleh konsolidasi dan koreksi sesekali adalah kunci untuk rally yang berkepanjangan. Hal ini dapat menetralisasikan pasar berjangka dan mengurangi kemungkinan all-time-high yang tiba-tiba meledak.

Dalam analisis teknis, blow-off posisi atas mengacu pada saat harga aset yang tiba-tiba turun tajam. Sebagai contoh, BTC melihat puncak ledakan setelah puncak 2017. Dalam 52 hari berikutnya, BTC turun hampir 70%.

Lantaran Bitcoin mendekati harga di atas $20.000, trader berharap BTC mengalami koreksi penurunan sebelum mencapai $20.000. Banyak trader yang juga mengantisipasi skenario yang serupa.

Tingkat Pendanaan Futures Masih Netral

Satu variabel yang bisa membuat rally terus berlanjut dalam jangka pendek adalah tingkat pendanaan. Melihat seluruh bursa berjangka utama, tingkat pendanaan futures BTC berada di 0,01%.

Pertukaran berjangka di pasar mata uang crypto menggunakan mekanisme yang disebut “pendanaan” untuk mencapai keseimbangan di antara para trader.

Ketika mayoritas trader di pasar menginginkan Bitcoin, tingkat pendanaan berubah menjadi positif. Jika ini terjadi, pemegang kontrak panjang atau pembeli harus memberi insentif kepada penjual dan sebaliknya.

Bursa berjangka teratas, seperti Binance Futures, menunjukkan tingkat pendanaan 0,01%, yang menunjukkan bahwa rally saat ini belum terlalu “panas”.

Pada akhirnya, banyak trader berharap Bitcoin akan membentuk blow-off top saat harga mendekati $18.000. Sementara itu, analis teknikal mencatat bahwa siklus harga BTC menunjukkan setiap rally yang ada hanya dilakukan dengan periode konsolidasi yang lebih pendek.