Token Libra Belum Dirilis, Tapi Ancaman Hukum Sudah Menanti

By Aulia Medina     Thursday, June 20 2019

Libra, token milik Facebook harus menghadapi ancaman hukum dengan anggota parlemen senior Amerika meminta yang jejaring sosial tersebut untuk menghentikan “momentum ke depan” sementara mereka menyelidiki proyek ini – dan mengambil tindakan mereka ke industry cryptocurrency yang lebih besar.

Pernyataan resmi dari Maxine Waters, ketua Komite Layanan Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat, dan sepucuk surat kepada Walters dari sesama anggota komite dan perwakilan Patrick McHenry, tampaknya beberapa anggota parlemen utama Amerika memandang Libra – dan cryptocurrency secara umum.

Respon para politikus

Facebook meresmikan white paper-nya kemarin, tak butuh waktu lama bagi para aktor politik untuk meresponnya.

Waters menuliskan:

“Mengenai masalah perusahaan di masa lalu, saya meminta agar Facebook menyetujui menyetujui moratorium dan setiap pergerakan dalam pengembangan cryptocurrency sampai Congress dan para pembuat regulasi memiliki kesempatan untuk memeriksa masalah-masalah ini dan mengambil tindakan.”

Dia juga menambahkan bahwa Facebook berulang kali menunjukan “kelalaiannya” mengenai privasi data nasabah, dan hal ini mengakibatkan tereksposnya data-data orang Amerika dan fake akun dari para pelaku kejahatan, termasuk intelijen Rusia dan pelacak transnasional.”

Dia menambahkan:

“Pasar cryptocurrency pada saat ini masih kurang akan kejelasan regulasi untuk menyediakan perlindungan yang kuat bagi para investor, konsumer, dan ekonomi. Para pembuat aturan seharusnya melihat ini sebagai panggilan agar dapat lebih serius mengenai privasi dan masalah keamanan nasional, resiko keamanan cyber, dan risiko perdagangan yang ditimbulkan oleh cryptocurrency. “

mark maxine meme

Sementara McHenry menuliskan dalam suratnya sebuah scan yang diposting dalam sebuah tweet oleh reporter Brian Fung:

“Adalah kewajiban kita sebagai pembuat kebijakan untuk memahami Proyek Libra. Kita harus meluruskan rumor dan spekulasi dan menyediakan forum untuk menilai proyek ini dan potensinya yang belum pernah terjadi sebelumnya berakibat pada sistem keuangan global.”

Regulasi yang tidak pasti

Sebagaimana Bitcoin dan blockchain advokat, Caitlin Long perkirakan bahkan sebelum pengumuman resmi Libra, Facebook akan menghadapi “Ketidakpastian regulasi” sebagai hasil dari peluncuran tokennya, mengarah ke pengawasan untuk “banyak peraturan keuangan yang sudah tak sesuai.” Namun, regulasi program pelaporan Facebook akan diarahkan ke dialog umum yang lebih luas di Amerika Serikat berpusat pada data dan peraturan privasi keuangan, pelaporan aset yang dimiliki di luar negeri dan regulasi pajak.

Baca juga: Apa itu Bitcoin ETF dan Dampaknya Pada Pasar Crypto

Sementara, seperti yang dilaporkan, tidak hanya pembuat hukum di Amerika saja yang khawatir mengenai proyek Libra ini. Menteri keuangan Perancis, Bruno Le Maire mengatakan Libra seharusnya tidak dilihat sebagai pengganti mata uang tradisional dan menyebutkan negara G7 untuk menyiapkan laporan proyek Facebook untuk pertemuan Juli mendatang.

Gubernur Bank Inggris, Mark Carney yang bertemu dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg awal tahun ini mengatakan dia terus membuka pikirannya pada potensi utilitas cryptocurrency yang direncanakan Facebook, tetapi memperingatkan bahwa ia mungkin menghadapi peraturan ketat jika lepas landas, Reuters melaporkan.

Disaat yang sama, Bank Kanada mengatakan mereka akan mengulas white paper Libra dengan hati-hati.

“Para pembuat regulasi global lebih takut pada Facebook melakukan lebih banyak dominasi atas lebih banyak aspek ekonomi daripada takut pada desentralisasi, teknologi tanpa pemimpin seperti Bitcoin dan Ethereum. Dalam hal ini, Bitcoin, Ethereum dan aset lainnya, protokol cryptocurrency pada dasarnya dapat disembunyikan di depan mata untuk peningkatan dan pertumbuhan lainnya, “Ryan Selkis, co-founder Messari Inc. dan CEO, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

Sumber