
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 8 min read
Platform metaverse The Sandbox dilaporkan tengah menjalani restrukturisasi besar-besaran yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK) lebih dari separuh dari total sekitar 250 karyawannya.
Menurut laporan The Big Whale pada Kamis (28/8/2025), langkah ini juga disertai perombakan manajemen. Dua Co-Founder utama, Arthur Madrid dan Sebastien Borget, tidak lagi memegang jabatan eksekutif. Tanggung jawab mereka kini diambil alih oleh Yat Siu, CEO Animoca Brands sekaligus pemegang saham mayoritas The Sandbox.
Selain perubahan kepemimpinan, The Sandbox juga menutup sejumlah kantor regional di Argentina, Uruguay, Korea Selatan, Thailand, dan Turki. Basis utama perusahaan di Lyon, Prancis, bahkan dikabarkan ikut ditutup.
Salah satu isu terbesar dari restrukturisasi ini adalah kelanjutan crypto treasury milik The Sandbox, yang nilainya diperkirakan berada di kisaran US$100 juta hingga US$300 juta. Dana tersebut sebagian besar berasal dari penjualan virtual land senilai US$350 juta pada puncak tren metaverse akhir 2021.
Rencana penggunaan treasury kemungkinan akan dibawa ke mekanisme governance melalui pemungutan suara komunitas. Namun, partisipasi pemegang token SAND masih minim. Pada Agustus lalu, hanya ada 291 suara yang masuk dari tiga proposal yang diajukan.
Baca juga: The Sandbox Gelar Alpha Season 5 dengan Hadiah Terpadu dan Turnamen di Asia Tenggara
Langkah restrukturisasi ini menyoroti kesulitan The Sandbox dalam mengubah investasi besar menjadi keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.
Sejak delapan tahun terakhir, perusahaan berhasil mengumpulkan pendanaan lebih dari US$300 juta, namun jumlah pengguna aktif harian justru merosot hingga hanya ratusan orang.
Lebih buruk lagi, sebagian besar aktivitas pengguna tersebut diduga berasal dari bot yang beroperasi di kawasan Amerika Selatan.
Kondisi pasar juga menambah tekanan. Token native The Sandbox yakni SAND, yang pernah mencapai kapitalisasi pasar US$6,2 miliar pada 2021, kini terjun bebas hingga sekitar US$700 juta, anjlok lebih dari 90%.
Baca juga: Animoca Brands dan Standard Chartered Ajukan Lisensi Stablecoin di Hong Kong
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.