Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Terlalu Banyak Uang Tunai Beredar, Inikah Momen untuk Bitcoin?

Wafa Hasnaghina     Monday, June 22 2020

Bank miliki lebih banyak uang daripada sebelumnya! Hal ini sebagian besar disebabkan oleh adanya krisis karena pandemi COVID-19, menurut angka-angka dari data yang ditunjukkan oleh Federal Reserve.

Menurut laporan CNBC, kondisi ini membuat setoran menjadi lebih tinggi, meningkat sebanyak $ 865 miliar hanya pada bulan April saja. Lebih lanjut, total simpanan telah meningkat sebesar $ 2 triliun sejak Januari lalu setelah jumlah uang tunai yang terus-terusan dipompa ke rekening bank AS dalam membantu penanganan krisis terkait COVID-19. Saat ini, uang di rekening bank telah menunjukkan angka sebesar $ 15,4 triliun.

Banjir uang ini disebabkan oleh pemerintah AS yang memberikan triliunan dolar dalam upayanya membantu warga dengan kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh adanya Pembatasan Sosial besar-besaran akibat adanya COVID-19. Hal ini juga disebabkan karena adanya program pembelian obligasi tanpa batas oleh Federal Reserve, serta orang-orang yang menimbun uang karena masa-masa yang tidak pasti ini.

Baca juga: Triliunan Dicetak AS, Bitcoin jadi Lindung Nilai?

Uang-uang tersebut tersimpan dalam rekening-rekening bank. Beberapa laporan, Bank-bank AS terbesar, seperti JPMorgan Chase, Bank of America dan Citigroup, telah mengalami pertumbuhan yang menjulang tinggi. Namun, ada surplus uang tunai, yang justru pihak bank sendiri tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan uang-uang tersebut.

Ekonom AS Stephen Roach baru-baru ini memprediksi, secara global, pasokan uang tunai yang tampaknya tak ada habisnya ini dapat menyebabkan jatuhnya harga dolar.

Terlalu Banyak Uang Tunai, Keuntungan Bagi Bitcoin?

Pertumbuhan besar-besaran dalam pelonggaran bank sentral dan utang pemerintah dapat mengarahkan orang untuk berinvestasi dalam aset alternatif seperti mata uang digital terbesar dunia.

Para pendukung teori safe-haven percaya bahwa Bitcoin tidak berkorelasi dengan pasar global, termasuk dolar AS, dan merupakan taruhan yang aman pada saat kondisi pasar yang sulit. Meskipun Bitcoin jatuh pada pertengahan Maret lalu bersamaan dengan pasar global, Bitcoin berhasil bangkit kembali dengan baik sebelum pasar saham pulih.

Dengan pencetakan uang yang tidak seperti sebelumnya dan orang-orang membatasi taruhan mereka pada aset lain karena inflasi mungkin ada di depan mata, banyak orang mulai beralih ke cryptocurrency.

Mungkinkah ini momen untuk Bitcoin?

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini