Berita NFT · 7 min read

Telegram Hadirkan Fitur Gifts dengan Integrasi NFT

Senin, 07 Oktober 2024
telegram tokenisasi nft
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

CEO Telegram, Pavel Durov, baru-baru ini menggoda pengguna dengan fitur baru bernama Gifts yang nantinya akan memungkinkan pengguna untuk menukar hadiah dalam bentuk non-fungible token (NFT).

Fitur Gifts memungkinkan pengguna untuk mengirim gambar animasi disertai pesan khusus kepada kontak mereka. Hadiah-hadiah ini dapat ditampilkan di halaman profil penerima atau dikonversi menjadi Stars, yakni mata uang khusus Telegram.

Fitur Gifts di Telegram. Sumber: Telegram

“Gifts adalah cara yang bagus untuk memberi ucapan selamat kepada orang terdekat Anda pada momen-momen penting. Penerima hadiah dapat memilih untuk menampilkannya di profil mereka atau menjualnya untuk mendapatkan Stars,” tulis Durov dalam sebuah postingan di kanal Telegram pribadinya pada Minggu (6/10/2024).

Baca juga: Harga 3 Meme Coin Telegram Ini Terjun Bebas Usai Listing

Kemampuan Konversi NFT

Durov mencatat bahwa beberapa hadiah akan tersedia dalam jumlah terbatas. Pasca peluncuran fitur Gifts saja, dirinya menyebut dua jenis hadiah edisi terbatas, termasuk 500.000 lolipop dan 100.000 bunga sakura, telah terjual habis.

Adapun, Durov mengumumkan bahwa menjelang akhir tahun ini, Telegram akan meluncurkan kemampuan untuk mengonversi hadiah edisi terbatas ini menjadi NFT berbasis jaringan The Open Network (TON). Melalui fitur ini, pengguna akan bisa melelang dan memperdagangkan NFT tersebut di luar platform Telegram, dengan kepemilikan yang dicatat di blockchain.

Pembaruan fitur ini datang di tengah penurunan minat pada NFT. Data dari Cryptoslam menunjukkan bahwa total penjualan NFT sejak awal tahun 2024 terus menunjukkan penurunan, dari US$1,2 miliar pada Januari mencapai hanya US$303 juta pada September, menyentuh titik terendah sejak 2021.

Gambar: grafik penjualan NFT. Sumber: Cryptoslam

Adapun, transaksi NFT telah menurun mencapai 34% dalam basis month-on-month (MoM) menjadi 5 juta transaksi pada November, dari total 7,3 juta transaksi pada Agustus.

Baca juga: Pos Indonesia Luncurkan Prangko NFT Pertama

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.