Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Teknisi Bitcoin Temukan Kerentanan dalam Jaringan

Wafa Hasnaghina     Tuesday, September 15 2020

Dua teknisi Bitcoin menemukan kembali beberapa kerentanan terkait teknologi Blockchain. Pada tahun 2018, Braydon Fuller dan Javed Khan, teknisi terkait teknologi Blockchain dan Bitcoin meluncurkan sistem bernama INVDoS pada jaringan Blockchain Bitcoin. Namun, merinci kembali kerentanan di sejumlah iterasi blockchain lainnya berupa Btcd dan Decred pada makalah penelitian terbaru mereka.

Kerentanan ini terkait dengan blok-blok dan nodes yang dapat saja menyimpan terlalu banyak informasi dan “kewalahan” oleh data tersebut. Hal ini dapat “menghentikan proses dan berpotensi membekukan proses dan komputer hingga berhenti total”.

Baca Juga: Pakar Bitcoin: Peretasan Data BlockFi Seharusnya Dapat Dicegah

Lebih lagi, laporan ini juga mencatat serangan ini termasuk ke dalam kategori yang mudah dieksploitasi oleh peretas dan merusak seluruh jaringan node Bitcoin. Dua kerentanan ini ditemukan oleh kedua teknisi tersebut pada Juni hingga Juli 2020 lalu dan berhasil meluncurkan perbaikan pada akhir Agustus 2020. 

“Belum ada eksploitasi terkait dengan kerentanan tersebut pada jaringan,” tulis Braydon Fuller dan Javed Khan dalam laporannya.

Meskipun jaringan blockchain Bitcoin masih aman hingga saat ini. Penemuan ini termasuk ke dalam kategori serangan potensial yang masif di dalam jaringan. Dengan adanya perbaikan, kecil kemungkinan peretas dapat mencuri Bitcoin dari Lightning Network.

Laporan tersebut juga menyarankan kepada para miners dan juga exchange crypto untuk segera memperbarui aplikasi mereka ke perangkat lunak paling mutakhir untuk mencegah serangan yang tidak diinginkan.

Informasi ini bisa dibaca kembali di sini