Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

SwissPost dan SwissCom Membangun Platform Blockchain

Aulia Medina     Monday, December 10 2018

Swiss Post dan Swisscom akan memanfaatkan reputasi baik mereka untuk membuat platform blockchain yang didasarkan pada Hyperledger Fabric2. Swiss Post adalah perusahaan terbesar kedua di Swiss. Mereka sudah menggunakan teknologi Blockchain untuk merekam temperatur data ketika melakukan pengiriman obat-obatan ke jaringan pos nasional. Ini juga menjalankan penyediaan energi dan penagihan untuk pembangkit listrik. 51% Swisscom adalah milik publik. Sebagai penyedia telekomunikasi besar di Swiss, mereka turut juga bekerja sama dengan firma hukum MME, untuk kemanaaan saat melakukan transfer antar saham yang disebut “C-Share”

“Swiss Post dan Swisscom menghubungkan infrastruktur pribadi yang ada untuk aplikasi blockchain. Atas dasar teknologi ledger didistribusikan, dua instansi tesebut akan menjalin kerja sama satu sama lain dan dengan demikian membantu membangun kepercayaan. ”

Ini melanjutkan rencana untuk mengkonfirmasi platform blockchain baru akan digunakan untuk aplikasi berbasis blockchain mereka sendiri, dan dibuat tersedia untuk perusahaan lain.

Pengembangan ini akan menjadi infrastruktur blockchain pribadi, terbatas pada pengguna blockchain-nya sendiri dan karenanya, akan membutuhkan daya yang lebih sedikit daripada blockchain publik lainnya.

Baca juga: Perkembangan Blockchain di Indonesia

Data Blockchain akan Tetap di Swiss

Menjelaskan bahwa Swiss Post dan Swisscom “dikenal karena penanganan informasi sensitif yang andal,” hal ini juga menegaskan bahwa data pada platform blockchain mereka akan tetap hanya ada di Swiss dan tentu saja dengan “keamanan tinggi” yang di tawarkan oleh bank.

“Swiss Post dan Swisscom dengan demikian menciptakan keuntungan yang menarik bagi perusahaan di semua sektor dan karena itu juga untuk Swiss sebagai lokasi bisnis,”

Dua perusahaan ini berencana untuk meluncurkan aplikasi percontohan pertama pada platform blockchain baru pada kuartal kedua tahun 2019, dan akan fokus untuk bekerja dengan perusahaan dan otoritas publik di negara tersebut serta terbuka untuk mitra utama lainnya untuk proyek tersebut.

Blockchain Nasional?

Mempertimbangkan asumsi publik dari kedua perusahaan, pengembangan hampir bisa disebut penyediaan platform blockchain nasional, dan dengan demikian berpotensi yang pertama untuk blockchain.

Tidak mengherankan jika perkembangan semacam ini muncul dari Swiss, baik sebagai inovator keuangan dalam negara itu sendiri ataupun sebagai pendukung yang terbukti dari cryptocurrency dan teknologi blockchain.

Kredibilitas kedua perusahaan di Swiss tersebut dapat menarik minat orang-orang ke platform dan lebih mempercepat adopsi blockchain di negara Uni Eropa (UE).

Pemerintah Swiss masih menyelidiki kemungkinan mata uang digitalnya sendiri “e-franc.” Dan, salah satu pusat cryptocurrency pertama di dunia, kota Zug, adalah salah satu e-voting berbasis blockchain pertama yang uji coba .