Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Start-up Musik Blockchain Mendapat 5,5 Juta Dolar

Coinvestasi     Monday, August 13 2018

Audius, platform music-sharing berbasis komunitas yang dianggap sebagai saingan SoundCloud, telah mengumumkan pendapatan 5,5 juta Dolar dalam pendanaan Seri A. Hal itu diungkapkan bersamaan dengan peluncuran protokol music-sharing berbasis blockchain pertama di dunia. Dibuat pada 8 Agustus 2018, pengumuman tersebut mengungkap pendanaan diinisiasi oleh General Catalyst dan Lightspeed, dengan partisipasi dari Kleiner Perkins, Pantera Capital, 122West, dan Ascolta Ventures.

Blockchain Bukan Model Music-Sharing Tradisional

Audius mengklaim sebagai “alternatif Soundcloud berbasis blockchain untuk menghubungkan musisi dengan penggemar dan menjual karyanya”. Menurut pengembangnya, protokol Audius bekerja bersama dengan komunitas musisi, pecinta musik, serta developer. Dengan kata lain mereka bisa memiliki dan mengatur Audius, yang bersifat desentralisasi.

Platform tersebut bertujuan untuk mengacaukan model music-sharing trasitional yang dikritisi kekurangan transparansi dan pengaturan musisi. Pendiri Audius, Ranidu Lankage, adalah musisi pop Sri Lanka yang mendapatkan Platinum pada usia 19 tahun dengan lagu ‘Oba Magemai’, single hip-hop berbahasa Sinhala yang juga dikenal membawa angin baru untuk musik pop di Sri Lanka. Setelah mengeluarkan album debut di bawah perusahaan rekaman Sony Records, Ranidu memutuskan indie untuk mengatur karyanya sendiri.

Sebagai bagian dari misi untuk menetapkan pengaturan musisi terhadap konten kreatif, Ranidu dan para cofounder, Roneil Rumburg dan Forrest Browning, memutuskan bahwa teknologi blockchain mampu menjawab misinya. Dengan memperbaiki masalah sentralisasi dan transparansi, Audius adalah hasilnya. Sambil membantu musisi dengan teknologi ini, Ranidu masih sempat tampil dalam event musik internasional seperti Coachella dan Ultra.

Cerita Sukses Audius

Salah satu cerita sukses yang membawa Audius terkenal adalah musisi EDM (Electronic Dance Music), 3LAU, yang dikenal dengan pengetahuan cryptocurrency dan musiknya. Belakangan dia mengatakan:

“Musisi butuh model desentralisasi untuk music-sharing, dan menggunakan platform berbasis sistem tersebut. Dengan blockchain, Audius bisa menggunakan token dan bersifat desentralisasi berbasis voting sehingga musisi bisa berkontribusi dalam pengembangan platform. Ini sebuah model elegan dan, sebagai musisi, Saya sangat tertarik.”

Dengan menggunakan Audius, musisi bisa berhubungan langsung dengan penggemar dengan menyebarkan konten tanpa campur tangan pihak ketiga. Seperti SoundCloud, Audius bisa membangun, memelihara, dan mengikutsertakan basis penggemar dalam platform, tetapi dengan perbedaan bahwa akun mereka diamankan secara permanen dalam sistem blockchain tanpa resiko penutupan oleh pihak ketiga. Platform ini memberikan musisi informasi penuh akan siapa melakukan streaming konten mereka, di mana dan kapan, semua transparansi, pembayaran real-time.

Audius baru saja memiliki tim penasihat, yang terdiri dari co-founder Augur Jeremy Gardner, musisi 3LAU, partner Pantera Capital Paul Veradittakit, pendiri EA Bing Gordon, serta chief architect BitTorrent Greg Hazel.