Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Sony dan Fujitsu Kerjasama Atasi Sertifikat Pendidikan Palsu Dengan Blockhain

Aulia Medina     Tuesday, March 5 2019

Konglomerat multinasional Jepang, Sony dan perusahaan layanan perangkat IT, Fujitsu telah menciptakan sebuah database terenkripsi untuk dokumen kemahiran pendidikan, Asahi Shimbun mengabarkan pada 26 Februari.

Database tersebut yang dikabarkan menggunakan teknologi blockchain digunakan untuk mencegah pemalsuan dokumen kemahiran bahasa yang beberapa orang asing kadang gunakan untuk menerima status penduduk untuk belajar di Jepang.

Orang asing harus memberikan sertifikat kemahiran bahasa Jepang kepada Biro Imigrasi dengan tujuan untuk menerima status kependudukan untuk belajar di Jepang. Sertifikat dapat dikeluarkan oleh Institusi pendidikan Jepang di luar negeri. Sekolah bahasa Jepang di negara ini akan menyerahkan sertifikat atas nama institusi di luar negeri.

Salinan ilegal sertifikat bahasa dilaporkan telah ditemukan di beberapa negara. Asahi Shimbun mengatakan bahwa siswa tanpa kualifikasi bahasa yang baik akan menghadapi kesulitan dalam kesehariannya di Jepang.

Baca juga: Perusahaan Pengelolaan Sampah Luncurkan Platform Blockchain Di UAE

Dua perusahaan menggabungkan dua sistem platform belajar online Fujitsu dengan blockchain yang dikembangkan oleh anak perusahaan Sony, yaitu Sony Global Education Inc. Dalam menggunakan platform tersebut, sekolah bahasa Jepang dapat menggabungkan sertifikat data yang terdaftar di blockchain dengan maksud untuk memverifikasi bahwa dokumen tersebut asli.

Sony dan Fujitsu akan menguji coba platform tersebut pada bulan Maret, sebelum merilisnya pada bulan April mendatang. Uji coba tersebut akan mengambil tempat di Human Academy Co, yang mengelola sekolah bahasa Jepang di Osaka, Saga, dan Tokyo.

Universitas dan lembaga belajar lainnya di seluruh dunia telah menggunakan teknologi blockchain untuk memberantas ijazah palsu. Minggu lalu, pemerintahan Malta mengumumkan bahwa seluruh sertifikat pendidikan di seluruh negeri, termasuk dari sekolah negeri, swasta, paroki, akan disimpan di blockchain.

Di bulan Januari, Cointelegraph melaporkan bahwa Universitas Bahrain akan mengeluarkan ijazah di blockchain. Universitas mempekerjakan standar terbuka Blockcerts dalam kemitraan dengan Learning Machine, sebuah startup yang menawarkan sistem berbasis blockchain untuk mengeluarkan dan memverifikasi catatan resmi.

Sumber