Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 7 min read

Solana Labs baru saja mengumumkan peluncuran smartphone terbaru mereka, yaitu Saga. Ponsel Saga akan tersedia untuk pre-order pada bulan Mei dan dibanderol dengan harga sekitar US$1.000 atau Rp14,7 juta.
Solana Mobile mengklaim bahwa Saga akan menjadi smartphone kripto pertama yang dibangun di atas sistem operasi Android (OS).
Ponsel Web3 Saga berbeda dengan ponsel umumnya, ponsel ini dilengkapi dengan integrasi teknologi blockchain dan kemampuan mengakses aplikasi dan layanan terdesentralisasi tanpa melalui pihak ketiga.
Selain itu, ponsel Web3 ini juga memiliki dompet kripto untuk menyimpan, mengirim, dan menerima aset digital, sedangkan ponsel biasa tidak memiliki fitur ini.
Baca Juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global
Fitur keamanan ponsel Saga terintegrasi dalam perangkat Seed Vault OSOM. Seed Vault OSOM adalah solusi untuk melindungi hak kepemilikan dari dompet kripto melalui mekanisme keamanan yang ketat.
Aplikasi ini dirancang untuk menjaga keamanan dan privasi pengguna dengan cara yang unik, bahkan sistem operasi Android pun tidak bisa mengaksesnya.
Seed Vault OSOM dipasangkan dengan toko aplikasi terdesentralisasi (DApps) yang menyediakan lebih dari 12 aplikasi.
Untuk menandatangani transaksi jaringan Solana, pengguna dapat menggunakan aplikasi dompet seperti Phantom atau Solflare dengan sentuhan sensor sidik jari, ketukan layar, dan entri PIN sesekali.
Ponsel Saga juga dilengkapi dengan fitur keamanan prosesor Qualcomm Snapdragon 8+ Gen dengan kecepatan pemrosesan data dan kemampuan menjalankan aplikasi berat secara multitasking.
Selain itu, Snapdragon 8+ juga menawarkan konektivitas 5G dan fitur keamanan yang lebih kuat.
Adapun, jenis layar yang digunakan ialah AMOLED berukuran 6,67 inci dengan resolusi 1080p yang sangat cerah dan responsif. Untuk kecepatan refresh sebesar 120Hz.
Ponsel Saga memiliki kamera dengan resolusi 50 megapiksel untuk kamera utama dan 12 megapiksel untuk kamera ultrawide. Selain itu, penyimpanan internal yang disediakan juga sangat besar, yakni sebesar 512 GB.
Baterai ponsel ini memiliki kapasitas sebesar 4.110mAh dan pengisian daya dilakukan dengan menggunakan kabel tipe-c.
Dilansir dari ulasan Decrypt, penggunaan teknologi web3 masih terasa seperti tahap uji coba beta pada ponsel Saga. Meskipun begitu, integrasi Web3 pada perangkat tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi pengguna.
Penggunaan ponsel Saga tergolong mudah dan efisien. Dalam beberapa menit, pengguna dapat menukar aset kripto seperti USDC dengan Solana (SOL) melalui aplikasi DApp seperti Jupiter.
Pengembang diharapkan akan melakukan optimalisasi teknologi yang mendukung pengguna melakukan transfer dana, menerima pembayaran, mengelola dan melakukan transaksi NFT.
Sejauh ini, pengguna dapat mengambil foto dan mencetaknya sebagai NFT melalui aplikasi Minty Fresh. Namun, tak semuanya berjalan mulus di ponsel Saga.
Sebagai contoh, platform Audius yang digunakan untuk streaming musik tidak dapat terhubung dengan dompet mainnet Solana dan justru mencoba terhubung melalui devnet.
Aplikasi sosial urFeed juga tidak dapat diunduh dari toko dapp selama beberapa hari meskipun tombolnya telah ditekan berulang kali.
Selain itu, tautan MWA tidak selalu berfungsi, seperti ketika mencoba menghubungkan dompet ke situs web game Aurory, namun tidak terjadi apa-apa.
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.