Pedagang Aset Kripto dan Bursa Terhubung dengan Sistem Pelaporan Transaksi

Wafa Hasnaghina

26th October, 2020

Belum lama ini, Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) menggelar simulasi percobaan pelaporan transaksi bekerja sama dengan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (ICDX) dan juga Indonesia Clearing House (ICH).

Simulasi tersebut masuk ke dalam Peraturan No.5/2019 Tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Perdagangan Fisik Aset Kripto di Indonesia. Hal ini merupakan bukti nyata keseriusan asosiasi tersebut dalam mengembangkan perdagangan aset kripto di Indonesia.

Saat ini ASPAKRINDO beranggotakan 8 bursa aset Kripto yang terdaftar resmi di Badan Pengawas Pedagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Indonesia. Kedelapan anggota tersebut adalah Tokocrypto, Rekeningku, Indonesia Digital Exchange, Bitocto, Triv, Pintu, Koinku, dan PlutoNext.

Langkah integrasi ketiga organisasi tersebut merupakan langkah sistematis untuk membuat ekosistem perdagangan aset Kripto lebih terkendali dan juga terawasi dengan baik. Dengan tujuan akhir memberikan keamanan sekaligus kenyamanan dalam bertransaksi Kripto bagi investor di Indonesia.

Tidak sampai disitu, sistem pelaporan transaksi ini telah melewati beberapa proses integrasi untuk dapat mengakselerasi perdagangan aset kripto di Indonesia.

Bursa ICDX dan Lembaga Kliring ICH nantinya akan berperan sebagai Badan Pengawas dalam mengawasi transaksi dan dana investor aset kripto. Di sisi lain, anggota ASPAKRINDO berkewajiban melaporkan transaksi harian aset kripto dan dana yang berada di bank penyimpan. Proses dua arah ini dapat secara utuh menjadi mekanisme yang terorganisir dan mumpuni untuk rencana pengembangan perdagangan aset kripto kedepannya.

Megain Widjaja selaku perwakilan dari ICDX dan ICH menyatakan,

BKDI dan ICH akan mendukung penuh perdagangan aset kripto di Indonesia terutama dari sisi infrastruktur perdagangan dan fungsi operasional strategis lainnya yang dapat menjadi fundamental anchor bagi para pedagang aset kripto di Indonesia untuk bisa melakukan eskalasi pengembangan yang tentunya tetap sesuai dengan regulasi yang ada dan juga adaptif terhadap situasi perdagangan kripto secara global

Perdagangan aset kripto yang terawasi dan juga terkontrol dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap industri terlebih lagi dapat menjadi pola operasional yang terhubung erat antara pedagang aset kripto, bursa dan kliring serta regulator. Pada pengembangannya nantinya integrasi ini akan terus dikembangkan dan juga dilengkapi sesuai dengan kebutuhan pasar dan regulasi terkait perdagangan aset kripto.

Teguh Kurniawan Harmanda COO Tokocrypto sekaligus Ketua ASPAKRINDO menambahkan,

“Sistem pelaporan ini sedikit banyak akan menjadi langkah awal bagi pedagang aset kripto untuk mempermudah dalam melakukan pelaporan serta merupakan hal penting sebagai pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia. ASPAKRINDO akan terus mengupayakan pengembangan perdagangan aset kripto agar masyarakat dapat secara aman dan juga nyaman bertransaksi aset kripto di Indonesia”​

Bursa ICDX juga sangat siap dalam memberikan pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki sehingga proses dapat berjalan dengan baik dan lebih cepat untuk segera memenuhi Peraturan BAPPEBTI yang ada.