Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Singapura Pertimbangkan Blockchain Untuk Pembayaran Lintas Batas

Aulia Medina     Tuesday, May 7 2019

Sopnendu Mohanty, Kepala Fintech Officer dari Monetary Authority of Singapura (MAS), mengatakan bahwa teknologi blockchain memiliki potensial untuk digunakan dalam sistem pembayaran lintas batas tetapi agensi ini masih belum yakin dalam mata uang digital bank. Mohanty menyampaikan komentarnya mengenai teknologi blockchain dalam sebuah acara Bisnis di Massachusetts Institute of Technology pada 2 Mei lalu.

MAS Mempelajari Blockchain

Mohanty mengungkapkan pada tahun 2016 lalu bahwa pembuat kebijakan atau regulator Singapura saat itu tidak memahami betul apa itu blockchain, jadi MAS — bank pusat Singapura — memutuskan untuk bereksperimen dan mempelajari lebih lanjut mengenai teknologi blockchain guna memahami manfaat yang berikan oleh teknologi blockchain untuk kemudahan sistem pembayaran lintas batas di Singagpura.

MAS telah mempelajari berbagai kasus penggunaan yang terkait dengan teknologi blockchain, termasuk menguji coba teknologi ini untuk mengelola pembayaran dalam sistem perbankan, menyelesaikan pembayaran terhadap sekuritas, serta bagaimana melakukan pembayaran lintas batas, kata Mohanty.

Baca juga: Samsung SDS Rilis Versi Baru Platform Blockchain Nexledger Universal

Dia melanjutkan bahwa, sementara ini walaupun agensi tersebut mengakui adanya peningkatan efisiensi yang dapat dihasilkan oleh teknologi blockchain namun begitu menurut para pembuat kebijakan Singapura mengatakan bahwa tidak ada masa depan yang cerah bagi mata uang digital bank ritel

Sebagai contoh, Mohanty mereferensikan bank sentral Singapura dan Kanada telah berhasil menggunakan jaringan teknologi blockchain mereka untuk dapat saling mengirim mata uang digital. Mengomentari perkembangan ini, Mohanty kemudian berkata

“Gelombang berikutnya dari proyek teknologi blockchain bank sentral akan dapat membuat kemajuan lebih lanjut dan besar dengan membawa eksplorasi teknologi ini bersama dengan pertanyaan kebijakan tentang masa depan pembayaran lintas-batas di Singapura.”

Pada bulan Januari, MAS memperingatkan kepada masyarakat sSingapura terhadap bahaya penipuan yang dituduhkan, penipuan ini mengklaim mata uang kripto secara resmi telah diadopsi oleh pemerintah. Selain melaporkan penipuan crypto baru, MAS juga memperingatkan publik dalam pernyataan tentang masalah umum dalam berinvestasi dalam mata uang digital atau token digital dan MAS juga menekankan bahwa investasi tersebut terkait dengan risiko tinggi.

Sumber