Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 6 min read

Ekosistem Shiba Inu secara resmi mengumumkan perilisan token tata kelola TREAT. Meski begitu, tim pengembang di balik Shiba Inu baru-baru ini mengumumkan bahwa token tersebut tidak akan diluncurkan ke publik sebelum 14 Januari.
Rilis token TREAT ini sempat tertunda terkait penggalangan dana, seperti putaran venture capital (VC) senilai US$12 juta atau sekitar Rp194,1 miliar pada April 2024 untuk blockchain privasi Layer-3.
Baca juga: Token TREAT dari Shiba Inu Raih Dana Rp194 Miliar
Keberadaan token TREAT sangat penting bagi visi Shiba Inu untuk menjadi terdesentralisasi sepenuhnya. Setelah diluncurkan, token ini akan memungkinkan tata kelola, reward, dan penggunaan di dunia nyata dalam ekosistem. Token tersebut adalah “capstone and key” untuk masa depan Shiba Inu.
TREAT juga akan mendukung WOOF Wars: Farming 2.0, sebuah sistem pertanian hasil panen yang canggih di mana pengguna akan dapat meningkatkan keuntungan mereka.
Dengan menggunakan veTREAT (vote escrowed TREAT), para pemilik token tersebut akan dapat berpartisipasi dalam proses tata kelola. Sementara penyedia likuiditas akan mendapatkan imbalan ekstra.
Sistem ini dimaksudkan untuk meningkatkan desentralisasi jaringan Shiba Inu sehingga para pemegangnya dapat memutuskan masa depan koin.
Selain tata kelola, TREAT akan dimasukkan ke dalam SHIB Pay, sebuah sistem pembayaran on-chain. Ini akan memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran dalam ekosistem Shiba Inu tanpa melibatkan prosesor konvensional dan dengan bantuan verifikasi blockchain. Tim Shiba Inu telah mengungkapkan bahwa TREAT akan berperan penting dalam masa depan revolusi perdagangan kripto.
Penundaan rilisnya token TREAT sempat menimbulkan kebingungan karena adanya klaim terkait token palsu.
TREAT palsu ini awalnya diketahui dari pengguna X (dulunya Twitter) bernama CryptoMumms memposting bahwa token TREAT telah diluncurkan pada bulan Januari 2023.
Pemimpin dari ekosistem Shiba Inu, Shytoshi Kusama (nama samaran), dengan cepat bergerak dan menanggapi postingan tersebut, kemudian menunjukkan bahwa TREAT belum diluncurkan dan meminta komunitas tidak berinteraksi dengan token palsu ini.
TREAT palsu tersebut saat ini beroperasi di ShibaSwap melalui alamat kontrak wallet “0xFBD… 146B” dan telah menyesatkan orang tentang keberadaannya. DEXTools menunjukkan bahwa kapitalisasi pasarnya adalah US$2,86 juta atau sekitar Rp46,2 miliar.
Pada saat artikel ini ditulis, SHIB diperdagangkan pada harga US$0,00002402 atau sekitar Rp0,3885, turun 0,36% dalam 24 jam terakhir. Token ini telah meningkat hampir 10% sejak awal tahun. Shiba Inu memiliki empat token dalam ekosistemnya: SHIB, LEASH, BONE, dan TREAT.
Baca juga: Awas! Token TREAT Shibarium Palsu Beredar, Komunitas Diminta Waspada
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.