Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Teknologi · 8 min read

CEO OpenAI, Sam Altman, dilaporkan tengah mengeksplorasi rencana pembangunan jaringan sosial berbasis biometrik untuk memerangi akun bot dan identitas palsu di internet. Kabar tersebut memicu lonjakan harga token World Network (WLD) hingga puluhan persen.
Mengutip laporan Forbes pada Rabu (28/1/2026), Altman tengah mengkaji konsep biometric social network sebagai pendekatan baru dalam memverifikasi pengguna manusia secara digital, di tengah meningkatnya penggunaan akun berbasis kecerdasan buatan di berbagai platform daring.
Dalam laporan tersebut, sejumlah sumber yang mengetahui pengembangan proyek menyebutkan bahwa tim OpenAI mempertimbangkan pemanfaatan teknologi biometrik, seperti Face ID milik Apple atau perangkat Orb milik World Network yang memindai iris mata pengguna untuk menghasilkan identitas unik. Meski demikian, Forbes menegaskan bahwa hingga kini belum ada konfirmasi kerja sama resmi antara OpenAI dan World Network.
World Network, yang sebelumnya dikenal sebagai Worldcoin, merupakan proyek kripto yang didirikan bersama oleh Sam Altman. Proyek ini berhasil menghimpun pendanaan sekitar US$135 juta atau setara Rp2,1 triliun melalui penjualan token kepada investor besar seperti a16z dan Bain Capital Crypto. Fokus utama World Network adalah pengembangan World ID, sistem identitas terdesentralisasi yang diklaim mengedepankan privasi untuk membuktikan keberadaan manusia di dunia digital.
Sistem World ID bekerja dengan memanfaatkan Orb, perangkat biometrik khusus yang memindai iris mata pengguna. Data biometrik tersebut kemudian diubah menjadi pengenal unik tanpa menyimpan informasi pribadi mentah, sejalan dengan klaim perusahaan terkait kepatuhan terhadap standar perlindungan data global.
Baca juga: Rumah Mantan Kekasih Bos OpenAI Jadi Target Perampokan Kripto Rp183 M oleh Kurir Palsu
Harga token WLD melonjak tak lama setelah laporan Forbes dirilis, dengan kenaikan hampir 30 persen, dari kisaran US$0,46 ke level tertinggi harian di US$0,64, sebelum rebound ke US$0,54 saat artikel ini ditulis. Kenaikan ini terjadi meskipun laporan tersebut tidak mengonfirmasi adanya integrasi resmi atau kemitraan langsung antara OpenAI dan World Network.

Sejak diluncurkan, World Network terus memicu perdebatan. Di satu sisi, proyek ini mengklaim telah memverifikasi jutaan pengguna di berbagai negara. Namun di sisi lain, pendekatan berbasis biometrik juga menuai kritik dan pengawasan ketat dari regulator. Di Indonesia, pemerintah bahkan telah membekukan sementara operasional World Network akibat dugaan pelanggaran serius terhadap regulasi perlindungan data pribadi. Selain itu, regulator di Hong Kong, Jerman, Brasil, hingga Korea Selatan juga telah mengambil langkah hukum terkait kekhawatiran atas keamanan dan pengelolaan data pengguna.
Meski demikian, gagasan untuk mengaitkan identitas biometrik dengan aktivitas daring dinilai semakin relevan. Maraknya konten spam, misinformasi, serta akun otomatis berbasis AI di media sosial mendorong banyak pihak untuk mencari solusi verifikasi identitas yang lebih kuat, guna memastikan interaksi digital tetap melibatkan manusia nyata.
Baca juga: Rumah Mantan Kekasih Bos OpenAI Jadi Target Perampokan Kripto Rp183 M oleh Kurir Palsu
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.