Saat Crypto Hapuskan Kesenjangan Gender

Anisa Giovanny

24th April, 2021

Tahun 2020 data dari Grayscale menunjukan jika jumlah wanita yang brinvestasi dan masuk ke crypto meningkat 13% daripada tahun sebelumnya. Garyscale juga memaparkan jika 43% investor crypto atau Bitcoin adalah wanita.

Tidak hanya dari Grayscale, tahun ini survei dari Gemini  juga melaporkan jika investasi wanita dalam mata uang kripto telah melonjak 20% selama setahun terakhir di warga Inggris Raya yang representatif secara nasional.

Di antara mereka yang berencana berinvestasi dalam crypto, 40% adalah wanita. Platform perdagangan kripto eToro juga melaporkan peningkatan tajam di mana wanita mendaftar ke situs selama tahun 2020. Di mana pendaftaran wanita meningkat 366% dibandingkan dengan kenaikan 248% untuk pria.

Beberapa survei tersebut menunjukan jika Bitcoin dan crypto bisa diakses siapa saja tanpa peduli gender. Apalagi Bitcoin kini sangat mudah didapatkan dengan modal minimum. Bitcoin sendiri merupakan mata mata uang digital terdesentralisasi terdepan di dunia.

Baca juga: Tips Trading Bitcoin dengan Aman

Kegunaan cryptocurrency untuk wanita di seluruh dunia tidak bisa dilebih-lebihkan. Wanita di seluruh dunia terus berjuang dengan ketidakberdayaan finansial dan merupakan mayoritas dari populasi termiskin di dunia.

Dampak kemiskinan yang tidak proporsional terhadap perempuan merupakan hasil dari berbagai faktor yang kompleks. Termasuk kurangnya pendidikan literasi keuangan di antara perempuan dan dinamika hubungan yang membuat perempuan kehilangan akses ke uang keluarga.

Baca juga: Ini Pentingnya Hold Bitcoin yang Kamu Miliki!

Desentralisasi mata uang yang dihadirkan Bitcoin tentu menciptakan peluang  bagi wanita yang selama ini kekurangan akses atau kebebasan untuk berinvestasi dan memiliki aset sendiri tanpa harus mendapatkan persetujuan dari pasangan atau keluarga. 

Di Bitcoin mereka dapat sepenuhnya mengontrol keuangannya sendiri, menikmati keamanan yang lebih besar, dan menghindari tekanan inflasi dan biaya yang dikenakan oleh lembaga keuangan tradisional.

Para wanita juga dapat dengan bisa bebas menentukan bagaimana startegi perdagangan mereka, berapa modal yang ingin dikeluarkan dan bagaimana mereka mengelolanya tanpa perlu takut dianggap remeh oleh orang lain.

Baca juga: Wanita Makin Berjaya di Industri Crypto

Wanita bisa mengakses Bitcoin secara mandiri dengan bermodalkan smartphone, internet dan bursa trading yang aplikasinya bisa ditemukan di Play Store atau App Store. 

Menuju Adopsi Arus Utama

Pasar bull Bitcoin tahun ini telah menarik Bitcoin ke panggung dunia tidak seperti sebelumnya.

Masuknya investor terkenal seperti Tesla, penerimaan Bitcoin yang semakin meningkat di Wall Street, harga melonjak, ketidakstabilan ekonomi tradisional, dan bahkan saga GameStop baru-baru ini semuanya telah menambah kesadaran arus utama Bitcoin.

Menurut Coinbase, 39% wanita milenial mengatakan bahwa mereka akan lebih tertarik pada crypto jika mereka tahu itu dapat membuat keuangan lebih mudah diakses.

Dalam meningkatkan adopsi crypto tentu saja wanita memiliki peran penting mereka mampu mengajak dan megedukasi sesama wanita untuk mulai melek finansial, mulai menabung dan mulai menjelajahi crypto untuk merencanakan masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri atau keluarga.

Pada akhirya Bitcoin dengan teknologi Blockchainnya mampu mendobrak batasan investasi. Tidak seperti lembaga keuangan tradisional, Bitcoin tidak peduli dengan jenis kelamin, penampilan  atau siapa kamu. Implikasi dari adopsi massal jauh melampaui kebebasan finansial.

Adopsi massal berarti mobilitas sosio-ekonomi, peluang material, dan evaluasi ulang holistik atas peran institusi yang berada di antara individu dan kekayaannya.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency