Rusia Ubah Pabrik Soviet Menjadi Tambang Bitcoin

anisa giovanny     Thursday, November 28 2019

Pada 24 November, Bloomberg melaporkan Rusia membuka tambang bitcoin dari bekas pusat data terbesar Uni Soviet, Bitriver.

Pusat data tersebut memungkinkan penambang mata uang kripto untuk melakukan penambangan dengan energi murah di bekas pabrik peleburan alumunium terbesar di dunia tersebut. Pabrik ini dibangun oleh Uni Soviet pada 1960-an dengan pembangkit listrik tenaga air yang masih aktif untuk digunakan.

Baca Juga : Penambang Bitcoin Jerman dan AS Bergabung Ciptakan Tambang Terbesar di Dunia

Iklim Dan Energi yang Murah Membantu Proses Penambangan

Lokasi pusat data tersebut cukup strategis untuk menjadi tambang bitcoin. Salah satu penyebabnya adalah iklim dingin yang memungkinkan hardware pertambangan bekerja lebih efisien dan memotong biaya pendinginan alat.

Rusal Oleg Deripaska, presiden perusahaan alumunium terbesar kedua di dunia dan  pemegang saham terbesar Bitriver. Memiliki ide untuk membangun pusat data sekitar limat tahun lalu dan mengarahkan perusahannya dan produsesn listrik En+ untuk menggunakan kembali fasilitas tersebut.

Dilansir dari Bloomberg, hukum Rusia sebenarnya tidak mengakui tambang bitcoin atau cryptocurrency lain. Namun, karena wilayah tersebut masuk ke dalam “grey area legal”. Bitriver tidak secara langsung terlibat ke dalam penambangan, tetapi hanya menyediakan peralatan dan layanan teknis bagi kliennya. Yaitu, Jepang, Cina, dan Amerika Serikat yang memiliki pusat operasi data.

Depriska memiliki 45% saham di En+, perusahaan alumunium dan listrik yang memasok 100 megawatt listrik ke fasilitas penambangan tersebut yang disinyalir dapat memberikan energi untuk 100.000 rumah.

Pembangkit listrik tenaga air ini adalah yang terbesar di Rusia. Dengan itu, pusat data bisa menjual terus menerus energi yang berlebihan dan mendiverifikasinya ke klien.

BitRiver membayar daya 2,4 rubel per kilowatt-jam, setara dengan $0,038  tanpa pajak pertambahan nilai dan menjulnya dengan 3,5 ruble ($0,955) PER kWh ke penambang.

Penambang Bitcoin Tidak Terpengaruh Dengan Turunnya Harga

Bulan ini Bitcoin dan pasar Cryptocurrency cukup mengejutkan, terlihat dari penurunan harga yang signifikan awal pekan ini. BTC dengan cepat jatuh ke bawah $7.000. Namun, para penambang tidak terpengaruh dan tetap ingin meningkatkan penghasilan mereka.

“ Tidak ada kapitulas penambang, mereka benar-benar menyadari halving yang akan datang dan tampaknya tidak terhalang oleh penurunan baru-baru ini,” ujar Alistair Mine, pengusaha Bitcoin dilansir dari Cointelegraph.

Sumber