Revolusi Blockchain di Cina, Buat Teknologi AS Dilarang

anisa giovanny     Saturday, December 14 2019

Revolusi teknologi blockchain Cina membuat negara tersebut menjadi lebih mandiri dan tidak menggantungkan dirinya kepada AS yang selama ini terkenal sebagai negara kuat di dunia.

Dilansir dari Beincrypto, ada laporan yang  menyatakan jika Pemerintah Cina telah melarang pekerjanya untuk menggunakan produk teknologi yang dibuat perusahaan AS.

Berita bahwa Cina melarang teknologi AS adalah langkah selanjutnya dalam perang dagang yang sedang terjadi, dan bisa saja akan memotong pasokan besar bagi produk AS seperti HP, Dell dan Microsoft.  Namun, keputusan ini tidak lepas dari masuknya Huawei, perusahaan telekomunikasi Cina sebagai daftar hitam di AS.

Sayangnya, jika negara berpenduduk terbesar di dunia ini ingin melakukan larangan terhadap teknologi AS. Ini akan menjadi pukulan telak bagi perusahaan teknologi AS.

Mereka bisa kehilangan pasar potensial, dan membuat Cina semakin mandiri dan maju teknologi serta keuangannya. Sekarang, teknologi blockchain di Cina juga berkembang pesat dan mengungguli Amerika.

Negeri Panda itu pun mungkin sudah siap untuk memutuskan hubungan dagang dengan AS sepenuhnya dan mulai menjadi pemimpin Super Power dengan dorongan dari teknologi blockchain, mata uang digital bank sentral dan perusahaan teknologi dalam negeri.

Cina juga sudah mencari ke Timur Tengah dan Afrika untuk dijadikan mitra dagang dengan menjadikan blockchain sebagai agenda.

Baca juga : Cina Pakai Blockchain di Perang Dagang AS Makin Tertinggal

Blockchain Sebagai Unggulan Cina

Selama ini Dollar AS selalu menjadi nilai tawar global yang dominan. Namun, penciptaan mata uang digital bank sentral yang sebentar lagi akan dilakukan uji coba di dua kota di negara tersebut bisa menjadi jalan bagi Cina untuk keluar dari kekuatan dan dominasi dollar.   

Lebih dari itu, keinginan mereka untuk memajukan dan menjadikan teknologi blockchain sebagai unggulan. Membuat Cina memiliki nilai tambahan dan muncul sebagai negara adidaya teknologi baru dengan teknologi blockchain, mata uang digital dan lain sebagainya.

Sumber