Berita Bitcoin · 5 min read

Resesi Global Bisa Buat Bitcoin Diminati

Banyak ekonom dari seluruh dunia telah memperkirakan jika resesi global bisa terjadi tahun depan. Jika prediksi ini tepat maka semua mata uang kripto akan diminati dan mendapatkan permintaan yang lebih tinggi.

Laporan menyebutkan, analis di dealer utama cryptocurrency, SFOX mengatakan bahwa penurunan ekonomi di seluruh dunia bisa menjadi pemicu peningkatan permintaan Bitcoin diseluruh pasar.

Soalnya, harga pergerakan mata uang digial umumnya tidak terkait dengan pasar tradisional (stabil seperti Tether menjadi pengecualian) dan investor dapat memindahkan nilai ke dalam kelas aset untuk melindungi nilai jika pasar saham jatuh. Satu-satunya efek samping dari ini adalah cryptocurrency akan menjadi lebih stabil.

“ Mengingat kurangnya korelasi kripto dengan pasar saham, resesi dapat mendorong lebih banyak permintaan dan akibatnya volatilitas di sektor kripto meningkat terutama dalam kasus BTC,” tulis laporan tersebut.

Pengaruh resesi global terhadap cryptocurrency dianggap independen terhadap mereka yang menggerakan pasar tradisional. Beberapa pergerakan harga besar yang terjadi tahun lalu terutama dipicu oleh peristiwa yang secara langsung memengaruhi sektor ini. Kesaksian dari CFTC dan SEC di Komite Perbankan Senat pada awal Februari menyebabkan reaksi $200 miliar di pasar.

Meskipun begitu, tidak satupun dari peristiwa ini yang memiliki dampak nyata di pasar saham atau ruang kripto. Baik pasar saham dan ruang kripto tetap tidak berkolerasi.

Walaupun investor memiliki portofolio yang baik untuk kripto ataupun mata uang tradisonal, penilaian akan dilakukan berdasarkan pada hal-hal berbeda.

Baca juga : Survei: 40% Milenial Melirik Crypto Ketika Resesi

Hanya Menunggu Waktu Bitcoin untuk Diminati

Pasar saham telah mengalami kenaikan selama hampir sepuluh tahun, tetapi banyak juga yang berpikir bahwa itu menunjukan tanda-tanda melambat dan melakukan pembalikan.

Beberapa perusahaan besar seperti Facebook, Amazon, Apple, Google dan Netflix sama-sama menyaksikan triliunan dolar terhapus dari total kolektif mereka pada kuartal terakhir di tahun 2018.

Lawrence Summers (ekonom Amerika dan mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat) telah memberikan beberapa tanda peringatan yang jelas untuk penurunan ekonomi.

” Ekonomi global lebih mungkin untuk menderita penurunan dua tahun ke depan,” ujarnya dilansir dari Cryptodaily.

Resesi Global ini bisa jadi keuntungan bagi aset kripto terutama Bitcoin lebih diminati dibandingkan saham yang rawan akan kemerosotan. Soalnya, aset kripto tidak terlalu terpengaruh dengan pergerakan mata uang tradisional yang sejauh ini masih digunakan oleh saham.

Sumber

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.