Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Rencana Jack Ma Membangun Institut Pelatihan Teknologi di Indonesia

Dhila Rizqia     Thursday, October 18 2018

Seperti yang dilansir oleh Reuters, saat pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Nusa Dua Bali,  Ketua Eksekutif Alibaba Group Holding, Jack Ma mengatakan bahwa Ia sedang dalam proses diskusi dengan pemerintah Indonesia mengenai kemungkinan untuk membuka sebuah institusi pelatihan bagi para pengusaha teknologi di negara-negara Asia Tenggara.

Co-Founder Alibaba ini mengatakan bahwa sangat penting bagi Indonesia untuk berinvestasi pada SDM karena “hanya ketika orang-orang berkembang, ketika pemikiran orang-orang berubah, dan ketika keahlian orang-orang meningkat, maka kita dapat memasuki periode digital”. Di Indonesia sendiri masih kekurangan tenaga insinyur terlatih dalam teknolgi. Jack Ma berkata Alibaba akan melatih ratusan developer dan insinyur mengenai cloud computing untuk membantu membuat bisnis di Indonesia menjadi lebih digital-savvy.

Jack Ma, yang juga berperan sebagai penasihat pemerintah dalam hal e-commerce, mengatakan bahwa Ia telah berdiskusi dengan pemerintah mengenai pembukaan Jack Ma Institute of Entrepreneurs, namun belum ada detil spesifik yang disetujui.

Baca Juga: Berkunjung ke Indonesia, Ini yang Dikatakan Jack Ma Mengenai Blockchain

Indonesia merupakan pasar utama bagi Alibaba, yang telah merilis data center untuk cloud computing Alibaba Cloud di Indonesia pada bulan Maret. Jack Ma mengatakan bahwa perusahaannya akan terus berinvestasi tidak hanya pada e-commerce, tapi juga cloud computing, logistik dan infrastruktur di Indonesia, serta membantu bisnis lokal Indonesia untuk terus bertumbuh dan berkembang.

Menteri Komunikasi Rudiantara mengatakan kepada Reuters pada bulan September bahwa Indonesia tengah bekerja sama dengan Jack Ma untuk mencari cara bagaimana memanfaatkan bisnis Alibaba untuk meningkatkan ekspor Indonesia, khususnya ke Cina.

Jum’at yang lalu, Jack Ma mengatakan pada panel diskusi di Pertemuan IMF dan World Bank bahwa “Internet dirancang untuk negara-negara berkembang”, dengan “kesempatan yang besar di Afrika” pula.

Sumber: Reuters