Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 5 min read

Proyek Worldcoin, besutan CEO OpenAI Sam Altman, telah menarik banyak perhatian dari berbagai pihak terkait kontroversi keamanan data.
Saat ini, otoritas di tiga negara, yakni Jerman, Prancis, dan Inggris, dilaporkan sedang melakukan investigasi terhadap proyek tersebut.
Menurut data Coinmarketcap, harga Worldcoin (WLD) diperdagangkan sebesar US$2,31 mencatat penurunan 13,5% dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Mengenal Proyek dan Kontroversi Worldcoin Milik Bos ChatGPT
Pengawasan Perlindungan Data (BayLDA) Jerman dilaporkan telah memulai penyelidikan terhadap proyek Worldcoin yang berkaitan dengan verifikasi identitas manusia. Penyelidikan BayLDA terkait Worldcoin akan berfokus pada penggunaan data biometrik.
Menurut laporan Reuters (31/7), BayLDA telah memulai penyelidikan terhadap aktivitas Worldcoin sejak November 2022. Tools For Humanity, perusahaan di balik Worldcoin, diketahui memiliki anak perusahaan yang berbasis di Jerman.
Pimpinan BayLDA, Michael Will, menyebutkan bahwa proyek Worldcoin belum melalui analisis yang mendalam. Teknologi semacam itu berpotensi disalahgunakan untuk mengirimkan informasi keuangan dan menimbulkan risiko bagi pengguna Worldcoin.
Authentication vs verification
— Worldcoin (@worldcoin) July 31, 2023
Authenticating ownership (e.g. FaceID) uses biometrics as a password, where a 1:1 comparison is performed against a saved ID template.
Verifying uniqueness compares biometrics against (up to) billions of registered users in a 1:N comparison. pic.twitter.com/u2cfHkKFI9
Selain otoritas Jerman, dua negara lainnya juga dilaporkan sedang melakukan investigasi terkait proyek Worldcoin diantaranya Komisi Nasional Prancis dan Kantor Komisi Informasi Inggris.
“Kami mencatat peluncuran WorldCoin di Inggris dan akan membuat pertanyaan lebih lanjut. Perusahaan [Worldcoin] perlu memiliki dasar hukum yang jelas untuk memproses data pribadi. Di mana mereka mengandalkan persetujuan, ini perlu diberikan secara bebas dan mampu ditarik tanpa merugikan,” kata juru bicara Kantor Komisaris Informasi, mengutip laporan CoinDesk pada Rabu (26/7).
Worldcoin merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk membedakan antara orang asli dan bot dengan menggunakan pemindaian retina sebagai cara untuk melakukan verifikasi identitas. Proyek ini berhasil mendaftarkan lebih dari dua juta pengguna sebelum akhirnya diluncurkan pada bulan Juli 2023.
Token Worldcoin telah diluncurkan sejak Senin (24/7). Salah satu pendiri Worldcoin, Sam Altman, melaporkan bahwa aplikasi terkait token Worldcoin (WorldApp) mencatat pengguna baru setiap 8 detik.
Beberapa tokoh utama, termasuk pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah menyoroti proyek ini dan memberikan pendapat mengenai kelebihan dan kekurangannya.
Baca Juga: Vitalik Buterin Ungkap Empat Risiko Sistem Worldcoin
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.