Perdana Menteri Rusia Memperkenalkan Undang-Undang Baru untuk Blockchain dan Keamanan Fintech

febrian surya

29th March, 2020

Pemerintah Rusia dikabarkan akan segera mengizinkan pembuatan pengaturan sistem dan mekanisme keamanan untuk perusahaan yang bergerak di bidang teknologi seperti AI dan buku besar yang terdistribusi.

Rancangan Undang-Undang (RUU) baru yang diperkenalkan oleh Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishutin pada 17 Maret 2020, tidak secara langsung menyebutkan blockchain dan cryptocurrency, namun adanya sebuah nota yang tertuang dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut yang menyebutkan salah satu teknologi buku besar bisa dieksplorasi dalam uji coba pengaturan sistem dan mekanisme keamanan untuk AI dan buku besar yang terdistribusi.

Pengaturan di bidang teknologi yang terdapat di Rancangan Undang-Undang (RUU) baru tersebut, disusun dan dibuat untuk menguji langsung teknologi baru dalam bidang kedokteran, transportasi, pasar keuangan, pembelajaran jarak jauh, perdagangan online, dan sektor lainnya.

Di mana, RUU tersebut memberikan ruang lingkup bagi regulator Rusia untuk terlibat langsung dengan teknologi baru dengan cara yang lebih fleksibel, yang mana masing-masing daerah atau kota di Rusia harus memiliki teknologi mekanisme keamanan lokal mereka sendiri.

Bank of Russia, selaku bank sentral, akan mengawasi mekanisme keamanan terkait fintech. Hal ini diungkapkan oleh Perwakilan dari Kementerian Pembangunan Ekonomi, yang memprakarsai RUU itu, mengatakan kepada surat kabar Rusia Izvestia bahwa proyek-proyek fintech yang beroperasi di dalam mekanisme keamanan akan tunduk pada peraturan yang lebih fleksibel mengenai cadangan uang tunai, pelaporan keuangan, dan kontrol mata uang asing.

Menurut Olga Shepeleva, seorang ahli senior di Pusat Penelitian Strategis di Moskow, Rusia, mengatakan bahwa seharusnya RUU itu sudah disahkan oleh pemerintah Rusia sebagai bagian dari pengembangan ekonomi digital di Rusia.

Di mana, ia juga mengatakan bahwa pemerintah Rusia bisa memilih untuk membuat pengecualian sementara dari hukum dan peraturan untuk sistem mekanisme keamanan atau sandbox. Sedangkan, bank sentral sudah menjalankan sistem mekanisme keamanan untuk proyek fintech dan dilaporkan berhasil menguji proyek tokenisasi berbasis blockchain oleh perusahaan Nornickle.

“Namun sistem mekanisme keamanan yang dibuat oleh bank sentral Rusia, hanya membantu untuk bisnis saja namun tidak bisa menguji pengguna. Pada RUU baru nanti, memungkinkan untuk menciptakan sistem mekanisme keamanan yang bisa menguji layanan digital yang digunakan oleh pengguna,” ungkap Olga Shepeleva.

Bagaimana dengan aturan kripto di Rusia?

Olga Shepeleva, mengatakan ia pun juga terlibat dalam penyusunan undang-undang yang akan mengatur kripto di Rusia, tetapi undang-undang yang disusun tersebut akan menghalangi ruang lingkup kripto untuk beroperasi di Rusia.

“Rusia saat ini tidak mungkin untuk menerima cryptocurrency, walaupun saat ini wabah virus corona telah memberikan dampak terhadap ekonomi (krisis keuangan), namun pemerintah Rusia mencari cara atau jalan lainnya untuk menghadapi hal tersebut, tetapi cryptocurrency bukanlah menjadi bagian hal tersebut, walaupun bank sentral Rusia ingin menurunkan ketidakpastian di pasar keuangan Rusia saat ini, di mana jika menerima cryptocurrency dinilai semakin menambah ketidakpastian di pasar keuangan” Mikhail Komin, Direktur Penelitian di Center of Adavanced Governance.

Sumber