Penambangan Ilegal di Rusia Curi Listrik Senilai $ 6,6 juta

Wafa Hasnaghina

9th June, 2020

Pembangkit listrik yang dibangun secara ilegal, meteran listrik yang dirusak, dan perkumpulan penambangan bawah tanah membantu para penambang “ilegal” mencuri hampir $ 6,6 juta (450 juta rubel Rusia) atau jika dirupiahkan setara dengan sekitar 92,6 Miliar dari penyedia energi lokal selama tiga tahun terakhir. Keterangan ini didapatkan dari perusahaan jaringan listrik milik negara Rosseti.

Seperti dilansir dari CoinDesk, Perusahaan tersebut awalnya melaporkan angka-angka dalam saluran Telegram resmi (dalam bahasa Rusia) dan kemudian mengkonfirmasi nomor tersebut kepada tim CoinDesk. Menurut Rosseti, pihaknya telah mencari kumpulan pertambangan yang tidak memiliki kontrak dengan perusahaan pembangkit listrik setempat, tetapi masih terhubung ke jaringan listrik dan menggunakan listrik yang dihasilkan tanpa membayar untuk itu.

Tempat Persembunyian Penambangan Ilegal Crypto

Biasanya tempat-tempat yang digunakan adalah lokasi bisnis yang sudah ada, seperti pabrik, di mana pemilik ingin mendapatkan “penghasilan tambahan”. Lokasi perkumpulan pertambangan lainnya untuk menempatkan ASIC ini termasuk garasi rumah, kantor sewaan, rumah yang terletak di hutan, ataupun tempat bekas pertanian sebenarnya (yang dipergunakan untuk memproduksi makanan, bukan bitcoin).

Baca juga: Transaksi Bitcoin Habiskan Listrik Setara Kebutuhan Rumah Tangga di Inggris Selama 2 Bulan

Untuk mencuri listrik, pemilik pertambangan akan menarik kabel listrik langsung ke saluran listrik terdekat dan membangun stasiun pengubah daya mereka sendiri. Menurut Rosseti, dalam kasus-kasus seperti itu, pemiliknya menyembunyikan stasiun itu di bawah tanah, menguburnya dalam tanah hutan publik.

Teknisinya juga akan mengutak-atik meteran listrik agar terlihat seperti mereka mengonsumsi lebih sedikit energi daripada yang dibutuhkan oleh sebuah pertambangan, yang dalam kasus penambangan bitcoin, akan lebih dari satu kilowatt per jam untuk satu mesin penambangan tunggal, dikalikan dengan ribuan mesin pertambangan.

Kasus-kasus ini Masuk Dalam Laporan Penegak Hukum

Sejak 2017, Rossetti menemukan 35 kasus konsumsi daya ilegal di 20 wilayah Rusia (Rusia terdiri dari 85 wilayah dengan berbagai ukuran dan kepadatan penduduk). Masing-masing kasus ini telah dilaporkan kepada petugas penegak hukum.

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Pencurian Listrik untuk Penambangan Crypto

“Kami dengan cermat menganalisis pola konsumsi untuk mencari anomali, memeriksa saluran listrik, dan mengukur beban kerja stasiun. Terkadang mudah untuk melihat sebuah kumpulan penambangan dengan tanda-tanda visual, misalnya sebuah bangunan memiliki perangkat AC dan kipas yang kuat terpasang,” ujar perwakilan dari perusahaan tersebut.

Selama setahun terakhir, banyak yang secara ilegal menambang crypto menggunakan komputer di sebuah lembaga penelitian nuklir dan melalui situs web penyedia utilitas lokal. Rosseti sendiri berusaha mengeksplorasi sisi lain dari teknologi ini dalam mencari cara untuk menggunakan buku besar yang didistribusikan dalam mengumpulkan data konsumsi daya lebih efektif.