Berita

Pemilu di Ukraina Ujicoba Voting dengan NEM Blockchain

single-image

Teknologi blockchain telah disebarkan untuk pemilihan umum di Ukraina dalam sebuah ujicoba, menurut Alexander Stelmakh, pegawai resmi Komisi Pemilihan Pusat di Ukraina.

Ujicoba dimulai beberapa minggu sebelumnya dan voting saat ini dilakukan menggunakan koin ujicoba dengan NEM Foundation.

Teknologi blockchain membuat sistem tidak bisa mengubah informasi yang sudah disimpan. Data yang bersifat central juga salah satu keuntungannya. NEM Blockchain mengizinkan pengguna membuat aset mereka. Sebagai tambahan, terdapat struktur log blockchain termasuk boks pesan di mana pengguna bisa melampirkan pesan.

Semua protokol informasi ditampilkan dalam sesi format pada blockchain. Semua transaksi juga bisa dilihat pada blockchain. Selain itu, API NEM mengizinkan pengguna mengakses data dalam format yang mudah digunakan.

Biaya yang Sebanding

Estimasi biaya dari penggunaan blockchain sebanding dengan penyimpanan data penting terkait pemilihan umum selamanya.

Website NEM menyebutkan bahwa mereka berkomitmen untuk bekerja bersama pemerintah untuk memperluas penggunaan NEM Blockchain. Kemampuan NEM Blockchain untuk menyimpan transaksi dalam buku besar terdistribusi menawarkan solusi kepada pemerintah untuk memperbaiki transparansi, mencegah penipuan, serta membangun kepercayaan.

Daya Tarik Voting dengan Blockchain Meningkat

Pada 2016, blockchain open democracy, E-Vox, yang berkomitmen menyebarkan voting berbasis blockchain di Ukraina, menandatangani memorandum untuk mendukung sistem voting berbasis blockchain. Memorandum tersebut ditandatangani oleh para relawan dan organisasi untuk menyebarkan e-voting yang fair dan transparan di seluruh dunia.

Sementara di Zug, Swiss, belakangan ini dilakukan ujicoba voting berbasis blockchain menggunakan sistem eID dengan ponsel pintar. Penduduk kota tersebut bisa mengunduh aplikasinya dan mendaftar untuk bisa voting.

Sumber berita: CCN.com

You may also like