Berita

Pemerintah Thailand Mempertimbangkan Solusi Blockchain

single-image

Kementerian Perdagangan Thailand mulai mengadakan studi kemungkinan dari penggunaan blockchain dalam hak cipta, pertanian dan keuangan perdagangan, seperti dilaporkan oleh Bangkok Post (9/10).

Pegawai TPSO (Kantor Kebijakan dan Strategi Perdagangan) Thailand, Pimchanok Vonkorpon, mengatakan pada Bangkok Post bahwa studi tersebut dilakukan atas bantuan dari kedutaan besar Inggris di Bangkok. Kementerian ingin mencari tahu apakah solusi desentralisasi ini bisa meningkatkan daya saing dan kredibilitas Thailand, terutama terkait usaha kecil menengah.

Pimchanok menambahkan bahwa studi kemungkinan blockchain akan merujuk pada proses ID digital, manajemen pendaftaran IP, dan keamanan, bersamaan dengan smart contract.

TPSO juga ingin membuat sandbox untuk mengaplikasikan blockchain dalam industri ekspor beras.

 

Baca juga artikel ini: Bank of Thailand Memungkinkan Terjadinya Transaksi Crypto

 

Menurut Bangkok Post, para petani telah menyampaikan pada Menteri Perdagangan bahwa prosedur pengiriman produk mereka ke luar negeri bisa bertahan 15-20 hari. Hal ini termasuk setidaknya tujuh pegawai pemerintah sehingga menambah biaya. Solusi blockchain diharapkan bisa mengurangi waktu proses ekspor hingga tiga hari untuk menambah kepercayaan pada semua level dalam rantai makanan.

Blockchain tengah menjadi solusi populer untuk melacak rantai makanan. IBM baru-baru ini merilis Food Trust yang berbasis blockchain, diikuti oleh ritel raksasa seperti Walmart (AS) dan Carrefour (Perancis). Solusi ini membantu melacak makanan dari petani hingga rak di swalayan, begitu juga mempermudah proses pemanggilan kembali (recall) produk yang dikomplain konsumen.

Industri keuangan Thailand juga secara aktif mengeksplorasi blockchain. TBMA (Asosiasi Pasar Obligasi Thailand) telah menunjukkan minat dalam penggunaan blockchain. Organisasi ini membentuk platform layanan pendaftaran baru untuk menyediakan penerbitan sertifikat obligasi yang lebih cepat. Solusi desentralisasi ini bisa membantu mengurangi waktu penerbitan obligasi dari 7-15 hari menjadi 3-4 hari.

Pada September, bank terbesar keempat di Thailang, Kasikornbank, bermitra dengan Visa B2B Connect untuk menyediakan solusi blockchain bagi konsumen untuk pembayaran lintas batas. Ini sebuah kemajuat yang diharapkan untuk meningkatkan keamanan dalam pembayaran tersebut.

Sumber: Cointelegraph

You may also like