Negara di Amerika Utara Ini Ingin Merilis Mata Uang Fiat Digital!

By febrian surya     Monday, October 28 2019

Central Bank of the Bahamas (CBOB) sedang merencanakan untuk merilis mata uang fiat digital mereka sendiri untuk menciptakan sistem ekonomi cashless, dimana rencana perilisan mata uang fiat digital ini sebagai bentuk langkah anstisipasi dan memastikan ketahanan ekonomi di negara tersebut dari dampak bencana alam yang dialami.

Gubernur CBOB John Rolle telah membuat pernyataan selama pidato di Counsellors Limited’s Exuma Business Outlook di Sandals Emerald Bay, berdasarkan laporan publikasi dari media berita setempat Nassau Guardian pada 25 Oktober. Menurut John Rolle, mata uang digital memiliki kemampuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pada uang tunai – dan bermanfaat sekali setelah mengalami sebuah bencana alam.

Mata uang digital fiat yang ingin dirilis oleh Bahama nantinya akan dikembangkan dalam sebuah project yang diberi nama “ Project Sand Dollar”. Project mata uang fiat digital milik Bahama ini akan menjadi yang pertama dilakukan.

Mata uang fiat digital nantinya akan terhubung dengan dompet digital dan sebuah kartu yang berisikan informasi pribadi.

John Rolle menjelaskan:

“Hadirnya mata uang fiat digital ini akan mengizinkan perbaikan konektivitas pembayaran tanpa kabel, menghindari pengiriman uang dan penangganan uang tunai yang membuat frustrasi. Jadi, penggunaan pembayaran secara digital bisa dilakukan untuk mengembalikan kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terkena musibah bencana alam pasca terjadinya bencana alam.”

Dampak Bencana Alam untuk Sektor Perbankan

John Rolle mencatat bahwa pasca badai yang baru saja terjadi, sektor perbankan di negara ini melihat dampak yang signifikan kepada infrastuktur gedung dari Abaco dan Grand Bahamas. Yang mana, membuat bank lokal di negara ini harus menghentikan operasionalnya.

Butuh, seminggu dan bahkan berbulan-bulan setelah bencana alam terjadi seperti sebuah badai besar, jaringan listrik di area terdampak juga tidak bisa beroperasi sebagaimana mestinya. Lebih dari 11 bulan pasca Badai Maria, beberapa tempat di Puerto Rico masih tanpa jaringan listrik.

Dilansir Cointelegraph, Richard Myres, berkomentar perihal dampak potensi yang ditimbulkan jika tanpa sambungan internet dari solusi pembayaran transaksi cryptocurrency.

Richard Myres, yang merupakan seorang teknisi aplikasi terdesentralisasi untuk Global Mesh Labs dan goTenna, ia menjelaskan:

“Pada banyak bagian khususnya pedesaan  mengembangkan konektivitas internet ke daerah tersebut mahal dan terputus-putus. Solusi yang diberikan disesuaikan dengan situasi yang terjadi dan akan memfasilitasi kegunaan dari cryptocurrency di tempat mana yang mata uang digital tersbeut dibutuhkan. Transaksi Bitcoin bisa membuat alternatif lebih dengan pengirimannya yang dinilai low-bandwith seperti menghubungkan radio dan SMS.”

Bukan hanya negara Bahama yang ingin merencanakan peluncuran mata uang fiat digital mereka sendiri melainkan Republik Kepulauan Marshall juga sedang mengembangkan mata uang digital untuk negaranya sebagai sebuah cara untuk mengurangi ketergantungan uang tunai dollar Amerika, yang sudah digunakan selama beberapa dekade.

Sumber