Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Berita Blockchain · 5 min read

Begini Nasib Mining Farm ETH Setelah The Merge!

Mining farm ETH

Transisi Ethereum dari mekanisme konsensus Proof of Work (PoW)  ke Proof of Stake (PoS) dalam peristiwa merge ETH telah memicu perhatian besar dari berbagai industri, salah satunya adalah industri mining farm ETH. 

Robby CMO dan Co Founder Rekeningku berbicara Coinvestasi soal kelanjutan mining farm miliknya pasca The Merge, ia memastikan hingga saat ini masih tetap menjalankan mining farm dengan beralih ke altcoin lainnya, walau ia tidak memungkiri bahwa ETH merupakan koin yang paling menguntungkan untuk ditambang. 

“ ETH memang menjadi koin yang menguntungkan untuk dimining menggunakan GPU, namun  alat kami juga masih bisa menghasilkan altcoin lainnya, mining farm rekeningku akan terus berjalan dan beralih ke Ethereum Classic (ETC),” kata Robby. 

Andy Long CEO Bitcoin Miner White Rock mengatakan pada Cointelegraph, percaya bahwa merge Ethereum akan memaksa para miner Proof of Work untuk mencari peluang baru bahkan menjual GPU yang mereka miliki. 

“Saat penambang GPU mengarahkan perangkat keras mereka ke rantai lain, kesulitan mereka akan meningkat menyebabkan pengembalian yang lebih rendah dan membagi hadiah di antara lebih banyak penambang, beberapa penambang akan mencoba menjual layanan komputasi awan berperforma tinggi (HPC) atau GPU dan kemungkinan akan gagal karena terlalu banyak kapasitas yang mengejar jumlah permintaan yang terbatas,” katanya. 

Mining Pool Ikut Atur Strategi

Dengan transisi ini selain mining farm, mining pool seperti F2pool dan Ethermine  juga memulai perjalanan mereka untuk mengubah alur bisnis dari mining pool menjadi staking pool. 

“Transisi ini membutuhkan pengembangan bisnis, layanan pelanggan, komunikasi dengan pengembang inti, tim klien, perangkat lunak, redundansi,” kata Daniel Hwang, kepala protokol di layanan staking pool Stakefish, yang merupakan anak perusahaan dari f2pool. 

Kumpulan penambangan Ethereum terbesar, EtherMine, juga bertransisi ke staking, perusahaan itu baru saja meluncurkan versi beta dari EtherMine Staking, layanan staking pool.

Butta, CMO dengan nama samaran Bitlfy perusahaan induk Ethermine pun optimis jika mereka bisa mengajak para miner yang menggunakan layanan mining pool mereka beralih ke staking pool.

Menurutnya platform staking pool Ethermine mencatat sebagian dana yang didepostikan ke platform mereka berasal dari miner yang sebelumnya telah terlibat dalam mining pool EtherMine.

Baca juga: 5 Mining Pool Terpercaya dan Terbaik Menambang Multi Kripto

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.