Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 5 min read

Harga Monero (XMR), aset kripto yang berfokus pada privasi, mencatat rekor tertinggi baru di tengah meningkatnya pengawasan dan pengetatan regulasi di sektor aset digital global. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran minat investor ke aset kripto yang menawarkan tingkat kerahasiaan transaksi lebih tinggi, seiring meningkatnya kewajiban kepatuhan di berbagai wilayah dunia.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (14/1/2026), harga Monero bergerak naik dari level US$632 hingga menembus rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran US$701, dengan kenaikan harian lebih dari 8 persen.

Dalam sepekan terakhir, Monero telah mencatatkan penguatan hingga 56 persen. Kenaikan harga tersebut turut diiringi lonjakan kapitalisasi pasar hingga sekitar US$2,8 miliar, yang mendorong Monero naik ke peringkat ke-11 aset kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Baca juga: 5 Alasan Privacy Coin Kembali Naik Daun
Penguatan harga Monero memperpanjang tren yang mulai terlihat sejak akhir tahun lalu, ketika token-token berbasis privasi menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan. Meski Zcash sempat mencuri perhatian pada kuartal keempat 2025, pelaku pasar menilai investor telah mulai kembali melakukan rotasi ke aset kripto berorientasi privasi.
Sejumlah pelaku industri menilai reli harga Monero terutama didorong oleh pengetatan aturan Know Your Customer (KYC) dan Anti-Money Laundering (AML) di berbagai negara. Regulasi yang semakin ketat dinilai mendorong sebagian investor mencari alternatif aset kripto yang menawarkan perlindungan privasi lebih kuat.
Chief Investment Officer Merkle Tree Capital, Ryan McMillin, menyatakan bahwa lonjakan Monero sejalan dengan tren yang telah lama terlihat di segmen koin privasi. Ia menilai sektor privasi menjadi salah satu area yang relatif mampu bertahan dengan baik sepanjang kuartal keempat tahun lalu.
“Pergerakan Monero ke level tertinggi baru ini sebenarnya konsisten dengan apa yang sudah lama kami lihat di segmen privasi. Privasi menjadi salah satu dari sedikit sektor yang relatif mampu bertahan dengan baik sepanjang kuartal keempat tahun lalu,” ujar McMillin, dikutip dari Decrypt.
Meski demikian, McMillin mengingatkan bahwa pergerakan harga Monero perlu dilihat dari perspektif struktur pasar. Menurutnya, banyak koin privasi tidak tersedia di exchange yang lebih teregulasi di wilayah onshore, sehingga aktivitas perdagangan cenderung terkonsentrasi di sejumlah exchange offshore.
Sementara itu, mengutip Cointelegraph, Founder sekaligus CEO CoinStats, Narek Gevorgyan, menyampaikan bahwa meningkatnya pengawasan dalam ekonomi digital serta intensifikasi pemantauan pemerintah terhadap transaksi kripto menjadi pemicu utama naiknya permintaan terhadap aset yang menawarkan kerahasiaan finansial. Ia menilai kondisi tersebut membuat koin privasi mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan pasar secara umum.
Tekanan regulasi juga datang dari Eropa. Uni Eropa dijadwalkan melarang koin privasi dan akun kripto anonim mulai 2027 sebagai bagian dari regulasi AML terbaru. Aturan tersebut akan melarang penyedia layanan aset kripto untuk menangani aset seperti Monero dan Zcash.
Di sisi lain, sejumlah analis mengingatkan potensi overheating sentimen pasar. Platform data kripto Santiment menyoroti meningkatnya intensitas pembahasan Monero di media sosial yang berpotensi memicu aksi fear of missing out (FOMO).
Dalam unggahan di platform X, Santiment menyarankan investor yang mencari titik masuk untuk menunggu hingga euforia pasar mereda. Data mereka menunjukkan bahwa aktivitas pengembangan Monero cenderung menurun sejak awal Januari, sementara dominasi pembahasan XMR di media sosial mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu.
Baca juga: Apa Itu Privacy Coin?
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.