Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Miliarder Warren Buffet Kembali Mengkritisi Bitcoin

Aulia Medina     Sunday, March 3 2019

“Bitcoin sama sekali tidak memiliki nilai yang unik,” kata Buffet kepada Becky Quick, jurnalis CNBC dalam sebuah interview “Squawk Box” hari minggu lalu. “Pada dasarnya ini hanyalah khayalan.”

CEO Berkshire Hathaway mengatakan bahwa dia merasa simpatik pada orang yang beroptimis membeli bitcoin paling besar dengan harapan “akan dapat mengubah hidup mereka.” Bitcoin telah kehilangan 80% nilainya sejak hampir mencapai $20.000 di akhir 2017. Mata uang digital diperdagangkan sedikitnya $3,781 pada Senin lalu menurut CoinDesk.

“Ini menarik para penipu,” kata Buffet. “Jika kalian melakukan penipuan dengan sesuatu maka tidak akan ada uang yang dihasilkan tetapi ketika Anda mendalami Wall Street akan ada banyak yang.”

Baca juga: Elon Musk: Bitcoin Akan Gantikan Uang Kertas

Buffet sudah lama mengkritisi  cryptocurrency. Dia menyebut bitcoin dengan “tikus beracun,” menjelang pertemuan pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway 2018. Seperti “fatamorgana,” “bukan mata uang,” dan seperti bunga “tulip” di antara pada deskriptor. Istilah itulah yang Buffet gunakan untuk mendeskripsikan Bitcoin.

Dalam interview tersebut, Buffet menyinggung potensial penting bitcoin dalam teknologi blockchain tetapi dia mengatakan bahwa kesuksesan bitcoin tidak bergantung pada mata uang digital.

Bukan hanya Buffet yang meragukan Bitcoin. Para pemimpin bisnis termasuk Bill Gates, ekonom Nouriel Roubini dan Robert Shiller, dan pengelola dana Ray Dalio dan Howard Marks ada di antara orang-orang yang mempertanyakan legitimasi Bitcoin.  CEO J.P Morgan , Jamie Dimon juga memberikan kritikannya mengenai bitcoin. Namun, di awal bulan ini, J.P morgan menjadi bank pertama yang meluncurkan cryptocurrency sendiri untuk pembayaran lintas batas.

Sumber