Microsoft Menjuarai Peringkat Perusahaan Pengguna Blockchain

Felita Setiawan

5th May, 2021

Platform BaaS (Blockchain-as-a-Service) Microsoft telah mengambil tempat pertama dari peringkat yang disusun oleh perusahaan penasehat market, ABI Research.

Dalam laporan tersebut, Microsoft berhasil mengalahkan kompetitor dalam peringkat berkat keunggulan akan implementasi aktual di mana berbagai layanan platform ditawarkan.

Hal ini juga membantu platform BaaS Microsoft terintegrasi dengan layanan cloud Azure, yang menguasai saham terbesar kedua dalam layanan market cloud publik secara global.

IBM muncul dalam peringkat kedua setelah Microsoft. Dua perusahaan ini memimpin banyak vendor lain seperti Oracle, Amazon, Alibaba, Baidu, Cisco, SAP, HPE, Huawei, dan Tencent. ABI Research menilai perusahaan teknologi berdasarkan berbagai macam metrik inovasi.

“Masing-masing vendor dianalisis berdasarkan metrik inovasi, seperti penetrasi market, bukti dari konsep dan pilot, dan dukungan ekosistem, serta metrik implementasi seperti ragam platform, fitur utama, sumber developer, dan integrasi dengan solusi mereka,” tulis ABI Research dalam siaran pers.

Beberapa alasan untuk dominasi Microsoft dan IBM merupakan fakta bahwa mereka telah berkecimpung dalam blockchain untuk masa yang lebih lama dari pada vendor lain, misalnya raksasa telekomunikasi Tiongkok Huawei dan perusahaan software Oracle.

Huawei merilis platform BaaS mereka bulan lalu, sementara Oracle menyebutkan platform blockchain pada Mei.

Baca juga artikel: Prospek Waves 2018, Prediksi Harga Sejak Gandeng Microsoft

Pasar Senilai $7 Miliar

Ini muncul ketika market BaaS diharapkan mencapai $7 miliar di masa depan, berdasarkan riset dari analis Bank of America, Kash Rangan. Kash memperkirakan bahwa kesempatan senilai multi miliar dollar yang dibawakan oleh ekspansi akan muncul dengan menggabungkan blockchain dengan infrastruktur cloud computing saat ini serta meningkatkan beberapa bagian dari platform Software-as-a-Service (SaaS).

Pada saat itu, Kash memberikan contoh dari platform cloud computing Microsoft, Azure, sebagai layanan yang akan diuntungkan dengan integrasi BaaS. Vendor lain yang disebutkan Kash adalah Amazon, yang menurutnya diposisikan untuk mendapatkan teknologi blockchain baik sebagai vendor layanan cloud dan sebagai ritel online.

“Amazon akan mendapatkan manfaat dari permintaan layanan cloud dari implementasi blockchain, sementara pelacakan rantai pemasok yang ditingkatkan akan membuat operasi ritel Amazon lebih efisien.”

Perkiraan Kash akan seberapa besar market BaaS akan bernilai di kemudian hari mengasumsikan bahwa 2 persen dari server akan dialokasikan untuk menjalankan blockchain dengan harga tahunan tiap server sebesar $5.500.

Beberapa perusahaan teknologi yang disebutkan Kash kemungkinan menjadi yang paling diuntungkan dalam ekspansi market BaaS namun tidak dianalisis oleh ABI Research ketika menyusun peringkat platform BaaS, termasuk VMware dan Salesforce.

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.