Masih Terlibat Kasus SEC, MoneyGram Hentikan Kerja Sama XRP

Naufal Muhammad

9th March, 2021

MoneyGram resmi memutuskan hubungan dengan Ripple akibat berlanjutnya sidang kasus dengan Securities and Exchange Commission (SEC).

Dikabarkan hubungan kerja sama yang berakhir ini hanya sementara akibat masih adanya dukungan MoneyGram terhadap produk Ripple.

Kerja Sama Ripple dan MoneyGram Berakhir

Pada Bulan Desember 2020, MoneyGram, perusahaan transaksi pembayaran publik di Amerika, telah memberhentikan sementara penggunaan XRP.

Semua terjadi akibat kasus Ripple dengan SEC yang membuat MoneyGram melakukan penyelesaian XRP sebagai alat transaksi lintas negaranya.

Sebelumnya, melalui kerja sama sejak 2019 ini, Ripple memberikan insentif kepada MoneyGram.

Insentif tersebut adalah dengan memberikan akses untuk menggunakan jasa likuiditas sesuai permintaan (On-Demand Liquidity).

Baca juga: Ripple Melibatkan Ethereum dalam Kasus Tuntutan SEC, Dijadikan Pembelaan

MoneyGram mempublikasi bahwa ia telah berhasil menghasilkan $60 Juta atau Rp865,32 Miliar hanya dari biaya transaksi akibat menggunakan XRP.

Ripple menanggapi publikasi tersebut dan menyatakan kerja sama berhenti hanya sementara. Pihak Ripple menyatakan,

“Bersama, Ripple dan MoneyGram telah membuat keputusan untuk mengakhiri kerja sama. Namun kami bangga terhadap dampak dan pencapaian yang diraih dalam waktu singkat dengan produk ini. Bersama, kami telah berhasil mengelola Miliaran Dolar Amerika melalui RippleNet dan On-Demand Liquidity.”

Diluar pernyataan tersebut, kedua pihak menyatakan adanya potensi rencana yang lebih besar melalui kerja sama baru antara MoneyGram dan Ripple.

Namun, semuanya baru akan terjadi setelah kasus SEC selesai yang nampaknya masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.

Ripple Masih Memiliki Dukungan Kuat

Sidang kasus ini juga sempat melibatkan MoneyGram yang dituntut membantu penjualan XRP yang belum terdaftar secara resmi.

MoneyGram membuat pembelaan terhadap tuduhan tersebut akibat pihaknya merasa tidak ada pelanggaran yang terjadi. Perusahaan juga menyatakan,

“Kami masih percaya terhadap potensi dari aset digital dan blockchain untuk merubah sistem pembayaran secara global untuk keuntungan miliaran konsumen di seluruh dunia.”

MoneyGram menggunakan jasa likuiditas sesuai permintaan (On-Demand Liquidity) dari Ripple, xRapid, agar blockchain tersedia secara komersil.

Kerja sama dengan MoneyGram juga sejalan dengan rencana besar Ripple untuk membuat XRP sebagai alat pembayaran komersial.

Menurut Ripple, dalam jangka panjang, proyek blockchain dan alat pembayarannya ini akan terus tersebar ke seluruh dunia.

Kabar baiknya, walau terdapat pemutusan kerja sama ini, XRP masih terus bergerak naik lebih dari 2% hari ini.

Baca juga: XRP Pulih! Naik Hampir 50% Sejak Awal Januari

Apresiasi ini meneruskan pergerakan apresiasi sejak 1 Maret 2021 yang telah mencapai lebih dari 15%, pertanda dukungan dari investor XRP.

Sentimen positif lainnya juga datang dari CEO Ripple yang menyatakan bahwa kasus ini tidak akan berpengaruh bagi XRP. Ia menyatakan,

“Jika investor memiliki saham, ia memiliki kepemilikan terhadap perusahaannya. Jika Ripple hilang atau tutup, XRP akan terus diperdagangkan.”

Pernyataan tersebut juga menggarisbawahi perbedaan antara Ripple dan saham sekaligus membuktikan bahwa tuntutan SEC adalah tuntutan yang salah.

Saat ini XRP juga mendapatkan dukungan dari beberapa negara seperti Swiss, Singapura, dan Jepang.

Selain itu, terdapat rumor perbincangan XRP menjadi platform untuk adopsi CBDC atau mata uang digital bank sentral, bersama Ethereum dan Bitcoin.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.