Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 6 min read

Software klien Ethereum, Nethermind, yang digunakan oleh validator untuk berinteraksi dengan jaringan blockchain terkena insiden bug langka. Bug ini menyebabkan gangguan sementara pada sebagian operator kunci di blockchain Ethereum (21/1).
Konsekuensi utama dari bug ini adalah denda finansial ringan menimpa beberapa validator yang berbasis di Nethermind. Masalah ini juga menyebabkan hampir 10% validator penting Ethereum menghentikan operasinya sebentar sebelum dipulihkan beberapa jam kemudian.
Baca juga: Upgrade Ethereum Dencun Rilis di Testnet Goerli, Ini Fitur Unggulannya!
Kendati masalah bug ini berhasil diatasi, namun kurangnya diversifikasi validator di Ethereum telah menjadi sorotan.
Ethereum has terrible client diversity – here's quick overview of the current landscape:
— cygaar (@0xCygaar) January 22, 2024
– Geth currently makes up a super majority of all nodes
– Coinbase, Binance, Kraken are 100% using geth
– Lido's stake is 76% in geth
– RocketPool and StakeWise (two of the more diverse… pic.twitter.com/sLlWRbFCwL
Sekitar 85% validator Ethereum saat ini didukung oleh Geth, dan masalah yang baru-baru ini terjadi pada klien Nethermind yang lebih kecil telah menimbulkan kekhawatiran bahwa jika Geth terkena masalah dengan pemrogramannya, seperti penghentian seluruh jaringan, maka Ethereum tak akan bisa beroperasi dengan normal.
Masalah di Geth juga bisa menjadi beban finansial kepada validatornya dan hukumannya bisa lebih besar jika bug tersebut terbukti sulit untuk diperbaiki. Ini akan berdampak pada beberapa layanan terkemuka yang mengandalkan Geth untuk layanan staking mereka sepeti Binance, Coinbase, dan Kraken.
Mengutip dari Coindesk, Cygar seorang edukator kripto mengungkapkan kekhawatirannya terkait masalah ini. Ia mengatakan, “Masalah kritis di Geth dapat menyebabkan potensi jutaan ETH dimusnahkan dari validator yang menjalankan Geth.”
Ia menambahkan, “Pengguna yang melakukan staking dalam protokol yang menjalankan Geth akan kehilangan ETH mereka jika terjadi masalah kritis.”
Baca juga: Vitalik Buterin Ingin Naikkan Batas Gas Ethereum, Ini Risikonya!
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.