
Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Hack dan Scam · 5 min read
Lazarus Group, kelompok peretas yang diduga berasal dari Korea Utara, kembali menjadi sorotan setelah disebut sebagai dalang utama di balik peretasan yang menimpa exchange kripto Bybit pada 21 Februari 2025.
Berdasarkan data terbaru dari Arkham Intelligence yang dirilis pada Rabu (5/3/2025), Lazarus telah berhasil mencuci dan mentransfer sekitar 499.000 ETH hasil curian menjadi 6.706 Bitcoin (BTC). Nilai aset yang telah dicuci tersebut diperkirakan mencapai US$1,39 miliar atau setara Rp22,8 triliun, menyisakan hanya 0,199 ETH senilai US$432. Proses pencucian ini melibatkan hingga 6.954 wallet.
Arkham mengungkapkan bahwa seluruh dana hasil peretasan tersebut dipindahkan melalui berbagai crypto mixer dan exchange terdesentralisasi (DEX). Salah satu platform yang paling banyak digunakan adalah THORChain, yang memproses pencucian dana hingga US$5,9 miliar sejak insiden Bybit terjadi. Dalam proses tersebut, THORChain bahkan mengumpulkan pendapatan sekitar US$5,5 juta dari biaya transaksi.
“Sejak Bybit diretas pada 21 Februari 2025, THORChain telah memproses transaksi senilai lebih dari US$5,5 miliar,” jelas Arkham.
Baca juga: Bybit Catat Pencurian Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah, Ini Kronologinya!
Sejak peretasan terjadi, Bybit terus berupaya untuk melacak dan bahkan membekukan aset curian dari Lazarus. Co-founder Bybit, Ben Zhou, telah mengumumkan program bounty bernilai jutaan dolar bagi siapa saja yang berhasil memberikan informasi terkait keberadaan dana yang dicuri.
Melalui skema bounty ini, Bybit menjanjikan imbalan sebesar 5% dari total aset yang berhasil dipulihkan kepada individu yang memberikan informasi akurat mengenai transaksi blockchain yang berkaitan dengan peretasan ini. Selain itu, exchange atau mixer yang turut membantu proses pemulihan dana juga berhak atas imbalan yang sama, yakni 5% dari dana yang dikembalikan.
Zhou menyebut, sejauh ini sekitar 77% dana curian masih dapat dilacak, sementara 20% lainnya telah hilang jejaknya, dan 3% berhasil dibekukan.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 11 pihak yang berkontribusi membantu pembekuan dana. Tiga pihak yang paling berperan adalah Mantle, Paraswap, dan investigator independen ZachXBT. Total hadiah yang telah dibayarkan kepada para pemburu hadiah ini mencapai US$2,1 juta atau sekitar Rp32,8 miliar.
Baca juga: Bybit Rilis Platform Lazarus Bounty Guna Perangi Kejahatan Kripto
Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.
Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.
Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.