Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Laporan Opsi Bitcoin Tunjukkan Banyak Institusi Tertarik pada Kripto

Wafa Hasnaghina     Tuesday, July 7 2020

Sebuah laporan CryptoCompare yang diterbitkan pada 6 Juli lalu menganalisis tren bulanan di pasar pertukaran mata uang kripto dan menemukan volume turunan kripto mulai berkurang setelah mencapai puncaknya pada Mei lalu. Volume derivatif kripto turun sebesar 35,7% pada Juni lalu menjadi $ 393 miliar.

Tren keseluruhan yang juga diamati di pasar spot sebagian dapat dijelaskan oleh kurangnya volatilitas saat ini yang terlihat dalam Bitcoin dan sebagian besar aset kripto di dalam pasar. Namun, ada beberapa pengecualian seperti token DeFi, yang telah mengungguli Bitcoin (BTC) jauh pada bulan lalu.

Terlepas dari penurunan volume keseluruhan dalam pasar derivatif, opsi yang diregulasi tampaknya semakin populer. Pada bulan Juni lalu, volume total pada opsi Bitcoin di Chicago Mercantile Exchange (CME) naik hingga 41% mencapai all-time-high bulanan dengan 8.444 kontrak yang diperdagangkan. Sementara itu, BTC futures yang diperdagangkan pada CME mengalami penurunan sebesar 23% pada bulan Juni yang masih merupakan bulan terbesar kedua di tahun 2020.

Tanda-tanda Institusional lainnya

Lonjakan volume melonjak pada CME merupakan hal menyenangkan bagi mereka yang dengan sabar menunggu institusi-institusi ini untuk ikut terlibat sebagai katalis yang akan membawa Bitcoin dan mata uang kripto lainnya pada level tertinggi baru, ada faktor lain yang menunjukkan perubahan ini.

Tren ini sebenarnya sudah diamati dalam pendanaan seperti GBTC yang membanggakan demografis investor institusional lebih dari 80% dan saat ini mengelola aset digital senilai $ 4,1 miliar dolar. Barry Silbert, CEO di Digital Currency Group GBTC, berpendapat bahwa pendanaan baru-baru ini mengalami kenaikan terbesar, meskipun belum ada rincian pasti.

Perusahaan yang memenuhi kebutuhan institusional juga bergerak menuju kripto yang ikut memperkuat tren ini. Sebagai contoh, KPMG, salah satu dari empat firma akuntansi besar di Inggris, meluncurkan platform manajemen mata uang kripto yang disebut Chain Fusion. Dalam laporan terbaru perusahaan tersebut, KPMG mengatakan:

“Institusionalisasi adalah partisipasi berskala besar pada pasar oleh entitas kecil dan besar dalam ekosistem keuangan global, termasuk bank, dealer perantara, bursa, penyedia pembayaran, fintek, dan penyedia layanan.”

Bagaimana Institusi Dapat Mengubah Kripto

Seiring institusi-institusi ini bergerak menuju Bitcoin, ada kemungkinan tren ini akan berlanjut yang pada gilirannya dapat membawa banyak keuntungan bagi pasar secara keseluruhan.

Investor institusional membutuhkan tempat perdagangan yang aman dan transparan sedangkan sejumlah pertukaran mata uang kripto dikenal dengan volume perdagangan yang dipalsukan, pencucian uang melalui perdagangan, ataupun kasus-kasus yang lebih buruk lainnya.

Philip Gradwell, kepala ekonom Chainalysis, baru-baru ini mengatakan:

“Jika Anda ingin mendapatkan uang di dalam kripto, Anda harus membangun kepercayaan mereka bahwa sebenarnya ada tempat perdagangan yang bagus (…) Jika Anda seorang dengan keinginan menukar dan Anda memiliki insentif yang baik untuk melaporkan volume dengan nilai nyata, Anda mungkin benar-benar mendapatkan institusi dengan uang masuk, tetapi jika Anda tidak memiliki insentif itu, mereka akan menjauh. “

Pergeseran dari ritel ke investor institusional, atau setidaknya peningkatan substansial dalam keterlibatan akhir-akhir ini, mungkin merupakan tanda bagi pertukaran bahwa mereka harus berperilaku sesuai atau mereka tidak akan dipercaya.

Perbaikan ini dapat membuka pintu bagi terciptanya Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin yang ditunggu-tunggu dan instrumen lain yang akan memikat investor institusi ke dalam sektor kripto.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini