Korban Hacking Bursa Cryptocurrency ZAIF Belum Dapat Kompensasi

Felita Setiawan

5th May, 2021

ZAIF, sebuah bursa cryptocurrency asal Osaka, Jepang, telah diretas bulan lalu namun belum memberikan kompensasi pada konsumen yang terkena dampaknya. Bursa cryptocurrency ZAIF kehilangan hampir 6.7 miliar Yen selama peretasan, 4.5 miliar dari akun konsumen.

Baca juga: Wow! Cryptocurrency Jepang Di-Hack, Rugi 5,966 Bitcoin

Kompensasi yang Tertunda

Berdasarkan pelanggaran keamanan pada 14 September lalu dari wallet bursa cryptocurrency ini, Tech Bureau (operator platform-nya) mengumumkan rencana untuk memberikan kompensasi pada konsumen yang terkena dampaknya. Kompensasi ini diambil dari dana yang didapat dari penjualan bagian platform pada Grup Fisco Digital Asset.

Menurut pengumuman tersebut, perjanjian dengan Fisco akan memberikan bursa ZAIF dana yang cukup untuk memberikan kompensasi pada komsumen yang kehilangan cryptocurrency hingga 4.5 miliar Yen.

Namun pada Senin (1/10) Tech Bureau mengeluarkan pernyataan yang menyimpulkan perjanjian penjualan dengan Fisco. Berikut kutipan pengumumannya:

“Kami telah menyelesaikan kesepakatan dasar untuk memulai pemeriksaan yang bertujuan untuk perjanjian formal tentang dukungan keuangan melalui anak perusahaan dari Fisco Digital Asset Group. Setelah menyelesaikan kesepakatan, Kami memajukan konsultasi dan negosiasi untuk menyelesaikan kontrak resmi, tidak ada perubahan dalam kebijakan untuk memastikan kompensasi menyeluruh untuk aset pelanggan.”

Artikel Terkait: Market Cryptocurrency Gelap Sedang Booming di Rusia 

Cryptocurrency Jepang Menghadapi Pelanggaran Keamanan

Penggunaan industri crypto telah meningkat di Jepang tahun ini. Namun hal itu diiringi dengan meningkatkan pencurian terkait crypto di negara ini. Seperti dilaporkan oleh EWN, Agensi Nasional Polisi Jepang merilis laporan yang menjelaskan pencurian cryptocurrency dari $5.91 juta di 2017 hingga hampir $500 juta pada tahun ini.

Pemerintah dan otoritas industri telah membuat beberapa pergerakan untuk menghentikan pelanggaran ini. Tahun lalu, Agensi Layanan Finansial meminta semua operator cryptocurrency untuk mendaftar pada pemerintah. Ini untuk menghentikan pencucian uang, tetapi dengan perkembangan saat ini dari pencurian crypto, agensi berencana mengeluarkan peraturan untuk melindungi konsumen.

Peretasan Zaif dan CoinCheck melibatkan akses tidak sah pada wallet bursa cryptocurrency. Untuk mengurangi faktor resiko ini, Asosiasi Bursa Mata Uang Virtual Jepang bermaksud untuk menetapkan batas atas jumlah mata uang digital yang dapat diadakan dalam pertukaran yang dioperasikan wallet.

Berbicara tentang resiko keamanan yang melekat dalam sistem wallet, Naoyuki Iwashita, akademisi dan praktisi teknologi keamanan informasi, mengatakan:

“Para operator bursa harus memeriksa keamanan mereka, termasuk hot wallet. Kami melewati titik penanganan dana dalam jumlah besar dengan pola pikir startup.”

Sumber: Ethereum World News

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.