Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Komunikasi dan Pendidikan, Kunci Kepercayaan pada Cryptocurrency

Wafa Hasnaghina     Thursday, May 14 2020

Komunikasi terbuka mengenai kerugian dan manfaat, serta program pendidikan dapat membantu meningkatkan kepercayaan pada cryptocurrency dan menciptakan pandangan positif terhadap teknologi seperti blockchain.

Hal ini merupakan hasil temuan dalam studi terbaru Edelman yang diterbitkan pada 12 Mei 2020 lalu. Perusahaan komunikasi global itu menyimpulkan, semakin banyak orang tahu tentang cryptocurrency, semakin mereka melihat potensi dan dampak positif yang dapat mereka miliki dari teknologi ini.

Laporan itu juga mengatakan, 35% orang yang ditanyai pendapatnya percaya blockchain dan cryptocurrency seperti Bitcoin (BTC) dapat memiliki efek positif sebagai teknologi baru.

Dampak dari Kurang Luasnya Komunikasi?

Dilansir dari Cointelegraph, Javier Pastor, Chief Sales Officer (CSO) untuk pertukaran cryptocurrency Bit2me yang berbasis di Spanyol, setuju dengan kesimpulan Edelman tersebut.

Pastor mengutip penelitian internal yang dilakukan oleh Bit2me terhadap kebutuhan orang-orang dalam komunitas crypto. Penelitian ini mengungkapkan 51,1% responden percaya, mereka menganggap pendidikan adalah faktor penting dalam upaya pengadopsian crypto dalam kehidupan.

CSO Bit2me tersebut menambahkan:

“Jelas ketika kita berbicara mengenai cryptocurrency, kita masih memiliki ketidaktahuan luas terhadap bidang tersebut. Tujuan khusus crypto tidak begitu menjangkau komunitas dengan jelas, hal ini justru karena kurangnya komunikasi. Saya pikir salah satu rahasia atau pilar adopsi crypto adalah mendidik institusi terlebih dahulu, misalnya pendidikan di sekolah. ”

Di sisi lain, Guzman Pintos, salah satu pendiri dan kepala pertumbuhan di Luxor Mining, percaya ada beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika menangani masalah ini:

“Saya percaya dua pendorong utama dalam adopsi cryptocurrency selama beberapa tahun ke depan adalah peningkatan jumlah pengguna internet di seluruh dunia dan peningkatan transparansi melalui regulasi.”

Baca juga: Ketua Calibra: Jangan Terlalu Percaya pada Facebook

Tanggung Jawab Perusahaan Crypto untuk Meningkatkan Pendidikan

Pintos menambahkan, sebagai perusahaan crypto, mereka membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk membangun ekosistem yang kuat dengan menciptakan kesadaran, kode sumber terbuka, mendorong audit, dan “yang paling penting, meningkatkan pendidikan” agar ada lebih banyak pemain internasional yang ikut berpartisipasi dalam ruang tersebut.

Daniel Quiroga, Wakil Presiden Urusan Publik Edelman Colombia, menyoroti tantangan lain yang dihadapi perusahaan fintech di tengah krisis COVID-10, termasuk sektor crypto:

“Pada Edelman Trust Barometer, studi mengenai kepercayaan terbesar di dunia, kami menemukan sebelum krisis pandemi, kepercayaan pada perusahaan dan CEO mencapai tingkat yang tidak terlihat sebelumnya. […] Namun, krisis karena pandemi COVID-19 ini menyiratkan tantangan baru bagi perusahaan, karena konsumen berharap pada mereka untuk cepat beradaptasi dengan situasi saat ini dan akan menghukum merek-merek yang bertindak acuh tak acuh terhadap situasi ini.”

Studi Mengenai Cryptocurrency dan Persepsi Terhadap Blockchain Di Ruang Publik

Dalam penelitian lain yang terkait dengan adopsi crypto, tahun lalu Cointelegraph melaporkan penelitian yang mengungkapkan bahwa 2% orang Amerika mempercayai Libra Facebook lebih dari Bitcoin.

Sebuah penelitian oleh Juniper Research mengungkapkan ada keyakinan yang meningkat terhadap teknologi blockchain secara signifikan pada pengurangan biaya retail makanan dengan menyederhanakan rantai pasokan.

Sumber