Berita Featured

Keren! Klub Sepakbola Italia Dibeli menggunakan Cryptocurrency

single-image

Klub sepakbola Italia Serie C, Rimini FC 1912, telah menjadi tim pertama dalam sejarah yang dibeli dalam bentuk cryptocurrency. Quantocoin, yang menggunakan teknologi blockchain untuk menyediakan alternatif metode pembayaran crypto untuk investor, sekarang memiliki 25% dari keseluruhan. Firma yang berbasis di Gibraltar ini membeli cryptocurrency dengan nama yang sama.

Menurut Pablo Dana, partner dari Quantocoin, pembelian ini menjadi yang pertama dalam industri ini. Cryptocurrency menurutnya menawarkan kesempatan unik untuk memerangi korupsi dalam olahraga yang telah diguncang oleh sejumlah skandal profil tinggi yang melibatkan uang tunai, seperti tuduhan bahwa Qatar membeli suara untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

Sistem pembayaran Quantocoin yang dijalankan dalam blockchain mencatat setiap pembayaran yang dibuat melalui sistem otonom, tidak dapat disuap, dan terus memperbarui node. Karenanya, uang yang dibayarkan antara pejabat sepakbola, pemain, dan agen akan dimonitor terus menerus untuk meniadakan suap.

“Kami bekerja tepat pada ide-ide yang UEFA inginkan untuk diterapkan,” jelas Dana. “Ini adalah bentuk transparansi dalam sepakbola dan kami ingin mengurangi korupsi melalui platform Quantocoin.”

Dunia sepakbola, terutama di Eropa, semakin mengadopsi mata uang crypto. Walau UEFA belum mengeluarkan pernyataan resmi seputar cryptocurrency, penggunaan mata uang mobile seperti Quantocoin sesuai dengan inisiasi anti-pengaturan-pertandingan yang dikeluarkan UEFA untuk melawan korupsi, penipuan, dan pencucian uang. Sebagai contoh, UEFA mengungkapkan bahwa musim depan klub-klub Eropa harus melaporkan telah menghabiskan uang berapa dalam gaji pemain dan biaya untuk agen. Teknologi blockchain bisa meyakinkan ini terlaksana dengan baik. Organisasi yang juga mendukung teknologi ini ketika dengan sukses menjual tiket untuk final UEFA Super Cup antara Real Madrid dan Atletico Madrid lewat aplikasi blockchain berbasis mobile.

Sumber: Forbes

You may also like