Keputusan El Salvador Terima Bitcoin Buat IMF Meradang

Anisa Giovanny

12th June, 2021

Langkah El Slavador salah satu negara di benua Amerika  yang mendukung Bitcoin secara terbuka dan sedang dalam proses peresmian untuk menjadi alat tukar sah nyatanya membuat International Monetary Fund (IMF) menaruh perhatian lebih, sebab menurut IMF langkah ini akan menimbulkan masalah utamanya dal;am segi ekonomi makro, keuangan dan hukum.

Sebelumnya, Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengumumkan rencananya untuk undang-undang Bitcoin minggu lalu di Konferensi Bitcoin tahunan di Miami RUUnya secara resmi diadopsi kemarin,  Bitcoin akan memiliki status yang sama dengan dolar AS, mata uang nasional negara saat ini.

Bitcoin akan secara otomatis dan segera dikonversi menjadi dolar AS saat digunakan. Ini menjadikan El Salvador satu-satunya negara di dunia yang mewajibkan pedagang lokal untuk menerima cryptocurrency.

Bukele secara luas dianggap sebagai seorang otokrat sejak mengambil alih kekuasaan pada 2019, dia memusnahkan mahkamah konstitusi negara itu dan menggunakan ancaman kekerasan untuk secara efektif menggertak legislatif agar mengadopsi kebijakannya.

Bukele berpendapat bahwa Bitcoin dapat menjadi sumber daya bagi negara yang tidak memiliki rekening bank (70% orang Salvador tidak memiliki akses ke layanan keuangan tradisional).

Setiap restoran, setiap toko pangkas rambut, setiap bank semuanya dapat dibayar dalam dolar AS atau Bitcoin dan tidak ada yang dapat menolak pembayaran,” kata Bukele di Twitter Space awal pekan ini.

IMF Beri Pendapat Soal Keputusan El Salvador

Namun keputusan negara El Salvador ini memicu kontroversi dan membuat juru bicara IMF angkat bicara dalam konfersi pers yang diadakan pada Kamis pagi waktu setempat dikutip dari Decrypt.

Adopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah menimbulkan sejumlah masalah ekonomi makro, keuangan, dan hukum yang memerlukan analisis yang sangat cermat, jadi kami mengikuti perkembangan dengan cermat dan akan melanjutkan konsultasi kami dengan pihak berwenang,” kata juru bicara IMF Gerry Rice.

Keberatan IMF ini memang bukan tanpa alasan, sebab hingga saat ini Bitcoin masih dikenal sebagai aset yang berisiko dan memilki perubahan harga yang cepat, hal ini dikhawatirkan akan membuat stabilitas ekonomi terganggu dan tentunya membuat laporan keuangan sebuah negara menjadi lebih sulit.

Namun dengan terbukanya sebuah negara ke Bitcoin pada nyatanya dapat menjadikan aset ini mendapat kepercayaan lebih, pun perlu dicatat ketika negara memutuskan menerima Bitcoin perlu merumuskan aturan hukum dan cara-cara yang efektif untuk mengelolanya, saat ini keputusan El Salvador bisa dibilang kontroversial namun bagaimana hasil keputusan ini masih perlu diperhatikan lebih lanjut  jika ini berhasil. Ada kemungkinan mampu membuat negara lain lebih ramah terhadap Bitcoin atau bahkan aset kripto lainnya.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency