Kelanjutan dan Prediksi Dampak Hasil Sidang Ripple dan SEC

Naufal Muhammad

2nd June, 2021

Terdapat kabar terbaru lagi mengenai sidang Ripple (XRP) dengan Securities and Exchange Commission (SEC).

Setelah sebelumnya dikabarkan telah mendapatkan akses untuk mencari data dari rekan luar negeri Ripple, saat ini SEC mulai terhambat lagi.

Kelanjutan Sidang Ripple dengan SEC

Hambatan bagi pihak SEC ini datang dari hakim yang nampaknya membatasi SEC dalam haknya untuk mencari data terkait kasus penjualan XRP.

Sebelumnya SEC telah melakukan pengajuan permohonan pencarian data lebih dalam terhadap Ripple.

Permohonan tersebut untuk dapat melihat percakapan yang telah terjadi antara pengacara Ripple dengan Ripple.

Permintaan tersebut ditolak oleh hakim, sehingga SEC tidak dapat mencari data atau “menggeledah” Ripple lebih dalam lagi.

Hal tersebut menjadi hambatan untuk SEC mencari bukti lanjutan untuk membuktikan bahwa Ripple adalah pihak yang salah.

Memang perlu diakui juga bahwa permintaan SEC tersebut cukup melewati batas, mengingat percakapan tersebut adalah percakapan dan strategi pribadi Ripple.

Hal ini dinilai kurang etis jika satu pihak dalam kasus sidang melihat strategi pribadi lawannya karena itu merupakan hak dari pihak Ripple.

Perlu diketahui bahwa sebelumnya SEC sudah mendapatkan hak untuk “menggeledah” beberapa rekan Ripple dari luar negeri.

Melihat permintaan untuk melihat lebih dalam lagi, nampaknya dapat dikatakan bahwa SEC mulai kehabisan langkah untuk membuktikan Ripple sebagai pihak yang salah.

Ripple Terlihat Unggul

Selain penolakan tersebut, saat ini terdapat satu perdebatan yang terjadi, dimana saat ini Ripple yang menyerang SEC.

Ripple menyatakan bahwa SEC juga bersalah sejak awal kasus ini akibat mereka terlambat untuk menegur atau menuntut Ripple terhadap penjualan XRP.

Seharusnya SEC menegur saat penjualan tersebut terjadi, namun kenyataannya penuntutan terjadi 8 Tahun kemudian, di 2020, setelah XRP mengalami apresiasi yang signifikan.

Hal tersebut juga disetujui oleh hakim pengadilan, Sarah Netburn, yang menyatakan bahwa SEC terlambat 8 Tahun untuk melakukan penuntutan.

Hakim juga melanjutkan bahwa kesalahan seharusnya berada di SEC yang gagal untuk menyediakan informasi kepada Ripple mengenai regulasi yang tepat untuk XRP dianggap sebagai crypto.

Namun untuk saat ini hakim masih belum membuat keputusan apa pun mengenai siapa pihak yang bersalah dan masih akan memberi waktu untuk kedua pihak melakukan pembelaan.

Jika kita melihat dari kabar ini nampaknya Ripple saat ini masih berada di pihak yang unggul, melihat kondisi di sekitarnya dan pandangan hakim terhadap kasus saat ini.

Prediksi Dampak Hasil

Sejak awal memang Ripple tidak ingin menyelesaikan kasus dengan jalur “damai” karena mereka ingin membela hak crypto di Amerika.

Sehingga kemungkinan besar jika kasus ini telah berakhir dan Ripple memenangkan kasusnya, kejayaan tidak hanya akan dirasakan oleh Ripple tapi untuk seluruh pasar crypto.

Untuk Ripple sendiri nampaknya jika kasus telah dimenangkan, adopsinya nampak terlihat akan lebih luas.

Hal ini tercermin dari Ripple yang walau masih menghadapi kasus juga masih tetap mengalami peningkatan adopsi, sehingga dapat membuka jalan untuk adopsi lebih luas ketika tidak lagi terikat kasus.

Saat ini Ripple juga terlihat fokus untuk membuat jaringan ledger untuk mewadahi Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral.

Adopsi ini cukup mungkin akibat Ripple yang masih memiliki sifat sentralisasi sehingga nampaknya dapat menarik perhatian bank sentral.

Beberapa bursa juga terlihat akan mendaftarkan kembali XRP untuk diperdagangkan.

Salah satu bursa terlihat telah mempimpin dengan mendaftarkan XRP kembali untuk diperdagangkan yaitu platform Gemini.

Oleh karena itu, nampaknya saat ini sentimen positif terhadap XRP terlihat cukup banyak, tapi memang semua masih bergantung pada hasil sidang.

Namun perlu diketahui juga bahwa XRP adalah salah satu crypto yang masih memiliki sifat sentralisasi yang tinggi.

Hal tersebut juga terlihat dari alokasi XRP dimana 80% dikendalikan dan disimpan oleh perusahaan yang membuatnya rentan terhadap manipulasi.

Kerawanan ini juga terlihat dengan mudahnya perpindahan XRP dalam jumlah banyak terjadi oleh Ripple, dimana kemarin menjadi contohnya.

Kabar baiknya semua XRP tersebut terlihat dikunci dan tidak dijual oleh Ripple, sehingga bukan menandakan manipulasi.

Namun pergerakan dana ini mengingatkan kembali betapa besarnya pengaruh Ripple terhadap pergerakan XRP, yang dapat dijadikan pertimbangan.

Tapi Ripple sendiri memiliki teknologi yang cukup efisien dan juga ramah lingkungan sehingga dari sisi teknologi XRP layak jadi unggulan.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.