Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Kebutuhan Pembayaran Digital Meningkat Saat Covid-19, Blockchain adalah Solusinya?

febrian surya     Wednesday, May 27 2020

Pandemi Covid-19 membuat banyak negara harus memperberlakukan aturan lockdown, hal ini membuat aktivitas kegiatan ekonomi di masyarakat semakin dibatasi.

Contohnya, ketika kamu ingin membeli makanan atau minuman di café atau restoran yang tidak memperbolehkan konsumen untuk makan di tempat. Melainkan, restoran atau café tersebut hanya melayani pemesanan untuk dibungkus atau dibawa pulang saja. Sehingga, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan jasa pengantaran online, dan berimbas terhadap menurunnya transaksi dengan menggunakan uang tunai.

Belum lagi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah menyatakan bahwa virus corona bisa ditularkan melalui media benda, salah satunya yakni penggunaan uang tunai untuk bertransaksi. Tak ayal, hal ini membuat penggunaan pembayaran digital semakin meningkat saja saat pandemi.

Lantas, hal ini bisa menjadi peluang bagi sektor bisnis untuk mengadopsi blockchain dan cryptocurrency  secara lebih luas lagi sebagai solusi pembayaran digital. Bahkan, blockchain dianggap bisa menjadi tulang punggung pembayaran digital di masa depan.

Seperti penerapan blockchain yang ada di negara Tiongkok, di mana bank sentral Tiongkok telah menerbitkan digital Yuan yang diharapkan bisa menggantikan uang tunai Yuan di masa-masa mendatang.

Bahkan, bank sentral Argentina telah melakukan uji coba untuk pembayaran digital dengan Blockchain untuk mempermudah pembayaran saat Covid-19.

Penerapan blockchain dalam sistem pembayaran digital memiliki manfaat sebagai berikut:

  • Mengurangi banyaknya perantara. Salah satu yang membuat proses pembayaran tidak cepat adalah terlalu banyaknya pihak atau perantara yang dilibatkan, apalagi bila masih menggunakan cara-cara konvensional dengan menggunakan sebuah kertas. Hal inilah yang akan disederhanakan oleh blockchain dengan memotong proses yang dianggap tidak efisien. Sehingga, pihak bank atau mitra kerja yang tergabung dalam jaringan blockchain bisa saling bertransaksi secara real-time.
  • Lebih Aman. Blockchain dapat bersifat terbuka dan tertutup, bila terbuka setiap pengguna bisa menjadi server. Sedangkan, bila tertutup hanyalah pihak-pihak yang memiliki akses saja. Selain itu, setiap transaksi akan tercatat dalam blockchain dan bisa diakses oleh pihak-pihak yang memang diberikan akses.
  • Lebih Cepat. Karena adanya penyederhanaan proses pembayaran digital oleh blockchain, hal ini akan semakin mempercepat proses pembayaran berlangsung, serta biaya transaksi yang lebih rendah untuk pembayaran lintas batas dengan menggunakan cryptocurrency mulai dari komisi $0,00003 untuk Ripple (hanya memakan waktu 4 detik) dan ditambah dengan biaya konversi dari cryptocurrency ke mata uang fiat dari 0 – 10% dari jumlah transaksi yang dilakukan.

Hal ini juga kedepannya bisa diintegrasikan ke berbagai aplikasi pembayaran digital untuk mempercepat proses pembayaran ke pihak merchant seperti pencairan dana bagi driver di aplikasi transportasi online yang memakan cukup waktu, namun berkat adanya smart contract dapat membantu transaksi pembayaran menjadi lebih cepat seperti yang dikembangkan oleh Aplikasi ride hailing asal Kenya, Maramoja.