Kapitalisasi Pasar Tembus Level Resistance, Musim Altcoin Kembali

Wafa Hasnaghina

13th August, 2020

Total kapitalisasi pasar altcoin menembus $140 miliar, hal ini membuat narasi terkait dengan musim altcoin kembali hangat diperbincangkan.

Dilansir dari cuitan analis mata uang crypto, Rekt Capital pada 11 Agustus 2020 lalu, pasar altcoin berhasil menembus level resistance utama, bergerak menuju lebih dari $140 miliar untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Penembusan ini di atas level resistance multi-tahun, menjadi penanda adanya periode musim altcoin akan segera datang.

Meski mengalami kenaikan, kapitalisasi pasar altcoin ini masih 70% lebih rendah dibandingkan nilai all-time-high-nya di Januari 2018 lalu yang mencapai hingga $540 miliar. Nilai altcoin ini turun secara besar-besar ketika pasar sedang mengalami bearish pada 2018 lalu dan hampir 90% nilai koin-koin ini turun.

Kebanyakan masalahnya ada pada sulitnya token-token tersebut untuk kembali pulih, disebabkan pengembangan token yang akhirnya ditinggalkan oleh investornya. Jika kapitalisasi pasar menembus di atas channel resistance 4180 miliar, itu akan membuat grafik parabola pada valuasi altcoin.

Terakhir kapitalisasi pasar altcoin mencapai lebih dari $180 miliar, pasar mata uang crypto sedang berada pada keadaan bullish-nya di tahun 2017 silam. Banyak token mencapai nilai tertingginya ketika initial coin offering (ICO) masih diminati oleh para investor yang sedang mencari keuntungan.

Baca juga: Tahun 2020, Debat Bitcoin vs Altcoin Kembali Memanas!

DeFi dan Staking Membuat Musim Altcoin 2020 Ikut Tumbuh

Keuangan terdesentralisasi (DeFi) menjadi perbincangan hangat sepanjang tahun 2020 ini. Walaupun konsep desentralisasi merupakan narasi utama dalam industri crypto, aktivitas dan pertumbuhan DeFi dalam bidang ini masih terus menunjukkan minat yang besar.

Dilansir dari BTCManager pada Agustus 2020 lalu, kapitalisasi pasar DeFi melampaui $8 miliar, dan saat ini mencapai lebih dari $11 miliar menurut data CoinGecko, dengan Chainlink menempati posisi teratas dengan hampir $5 miliar. 

Ada juga faktor dari yield farming yang juga berkontribusi dalam bidang DeFi ini. Namun, beberapa analis memperingatkan efek samping dari yield farming ini pada pertumbuhan DeFi. Proyek-proyek DeFi seperti Compound dan Balancer juga menawarkan kesempatan kepada pengguna dalam memasok likuiditas ke protokol dengan rewards tinggi yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan DeFi.

Selain DeFi, perpindahan altcoin besar seperti Ethereum dan Cardano ke Proof-of-Stake (PoS) meningkatkan ekspektasi terhadap rewards staking. Pembaruan ETH 2.0 yang diantisipasi akan membuat Ethereum berpindah dari algoritma PoS tersebut ke Proof-of-Work (PoW). baru-baru ini, Ethereum Foundation membentuk tim keamanan dalam meningkatkan kemampuan staking di Ethereum.

Selain itu, pengembang proyek Cardano, IOHK, bekerja sama  dengan Coinbase Custody pada bulan Juli lalu. Kolaborasi ini akan membuat pemegang ADA dapat menyimpan dan melakukan staking pada token mereka di Coinbase Custody yang juga menawarkan keamanan kepada para pemegang ADA.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini