Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Hindari Sensor, Jurnalis Cina Sebarkan Laporan Covid-19 di Ethereum

anisa giovanny     Wednesday, March 18 2020

Laporan Covid-19 di Cina di batasi, ada sensor di mana-mana termasuk di media sosial. Pihak berwenang membatasi semua konten yang berhubungan dengan covid-19 yang beredar di online. Tetapi seorang jurnalis dari South China Mornig Post, Sarah Zheng mengklaim telah berhasil menerbitkan salah satu laporan Covid-19 yang berisi wawancara seorang dokter  di Wuhan, di jaringan Ethereum.  

Menurut sebuah tweet yang diterbitkan oleh Zheng, kata-kata Dr. Ai dari Wuhan (pusat penyebaran COVID-19) diposting di Internet, berkat penggunaan blockchain Ethereum wawancara itu bisa disimpan dalam Ethereum, yang terbebas dari sensor dan tidak bisa diretas ataupun diubah datanya.

Baca juga: Penelitian Digital Yuan Cina Tertunda Karena Covid-19

Kreatifitas Netizen Cina dan Wawancara yang Disensor

Menurut The Straits Times, wawancara tersebut menggunakan metode dengan membuat kode QR dan memiliki kesalahan ketik yang disengaja, file PDF dan kode morse, untuk menghindari sensor dari Partai Komunitas Cina.

Cara kretaif yang dilakukan warga Cina untuk mendapatkan laporan Covid-19 ini dilakukan kareina tidak bisa mengkases informasi wawancara Dr. Ai , sensor pemerintah telah wawancara dengan Dr. Ai Fen, dalam edisi Maret dari majalah People China, telah dihapus dari platform media sosial populer WeChat dan netizen mengeluh bahwa itu tidak dapat dibagikan dalam grup obrolan.

Dalam fitur yang disensor, Dr Ai mengatakan dia diberikan “teguran yang belum pernah terjadi sebelumnya dan parah” setelah mencoba untuk memperingatkan dokter lain pada bulan Desember ketika hasil tes dari seorang pasien muncul dengan hasil “Sars coronavirus”.

Dr Ai melingkari kata-kata itu dalam laporan pada 30 Desember dan membagikannya, mendesak dokter untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap virus – dan mendapatkan teguran dari departemen disiplin rumah sakitnya.

Berbagai adaptasi artikel sejak itu telah beredar secara online dalam sebuah dorongan  yang jelas terhadap sensor online. Ini termasuk versi yang ditulis dalam sistem hanyu pinyin yang menerjemahkan alfabet Cina ke dalam karakter Latin, di samping dimasukkannya emoji untuk menggantikan banyak kata dalam artikel.  Hingga saat ini belum ditemukan versi langsung dari wawancara tersebut.

Sumber